Penguatan Karakter dan Koordinasi Lintas Sektor Kunci Keberhasilan Pembangunan Pemuda

KEMENKO PMK — Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, mengapresiasi komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang menempatkan penguatan karakter dan jati diri bangsa sebagai pondasi pembangunan pemuda. Hal tersebut disampaikandalam arahannya pada Rapat Koordinasi Program Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Wisma Menpora, Jakarta, Selasa (20/1).

Warsito menyampaikan bahwa penguatan karakter dan jati diri bangsa menjadi bagian penting dari arah kebijakan pembangunan nasional,  yang berkaitan dengan penguatan ideologi Pancasila dan kehidupan demokratis, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peran pemuda, penguatan reformasi politik dan birokrasi, serta penyelarasan kehidupan sosial yang harmonis dengan lingkungan dan budaya bangsa.

Deputi Warsito menilai bahwa upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa yang telah berjalan masih menghadapi tantangan integrasi lintas sektor.
“Upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa sejatinya sudah berjalan. Namun, dalam praktiknya masih terbatas pada ruang lingkup tugas dan fungsi masing-masing Kementerian dan Lembaga. Untuk itu, dibutuhkan regulasi payung tentang penguatan karakter dan jati diri bangsa yang integratif, agar seluruh inisiatif lintas sektor dapat disinergikan dalam satu kerangka kebijakan yang utuh,” ujar Warsito.

Rapat koordinasi ini diawali dengan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang dibacakan oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Yohan. Dalam sambutannya, Deputi Yohan menyampaikan pentingnya pembangunan pemuda secara kolaboratif dan berbasis data, dengan penguatan karakter dan jati diri bangsa yang gigih, patriotik, dan empatik sebagai dasar pembangunan pemuda.

Warsito menambahkan bahwa penguatan karakter dan jati diri Bangsa memiliki cakupan yang sangat luas, sehingga memerlukan diskusi dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Penguatan karakter dan jati diri bangsa itu sangat luas. Kami menilai setidaknya terdapat delapan nilai utama untuk membangun SDM unggul, yaitu: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, dan bermanfaat. 

Penguatan ini perlu dibangun melalui lima ekosistem utama, yaitu: keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, tempat ibadah, dan ruang digital. Penguatan ini perlu pendekatan yang terintegrasi dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP),” ujar Warsito.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa capaian IPP tahun 2024 sebesar 58,33 telah melampaui target 57,67 (Metode Lama). Sementara itu, prognosis IPP Metode Baru tahun 2025 mencapai 65,78. Capaian ini melebihi target 65,16.
Lebih lanjut, target IPP nasional pada tahun 2029 sebesar 73,27. 

Meski menunjukkan tren positif, pembangunan pemuda masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain tingginya proporsi pemuda tidak sekolah, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan (NEET), isu kesehatan mental, serta meningkatnya perilaku berisiko di era digital.

Mengakhiri arahannya, Warsito menegaskan bahwa koordinasi antar Kementerian dan Lembaga (K/L), serta sinergi kebijakan pusat dan daerah, memegang peranan penting dalam memastikan keberhasilan pembangunan pemuda yang tepat sasaran hingga ke daerah.
“Sinergitas pemerintah pusat penting untuk keberhasilan pembangunan pemuda secara nasional. Selain itu, perlu adanya sinergitas pusat dan daerah serta penyelarasan nomenklatur program kepemudaan untuk suksesnya pembangunan pemuda yang tepat sasaran hingga daerah,” tegas Warsito.

Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari 38 K/L yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pelayanan kepemudaan. Para perwakilan K/L yang hadir menegaskan komitmennya untuk bersama-sama berkolaborasi dalam upaya penguatan karakter dan jati diri bangsa serta pembangunan pemuda secara komprehensif dalam rangka mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kontributor Foto:
Reporter: