Pemerintah Upayakan Konten Pendidikan Layak Bagi Penyandang Disabilitas

Jakarta (11/9) – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Bahan Infografis Implementasi UU Penyandang Disabilitas, di Jakarta pada Rabu (9/9).  Rapat  dipimpin oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko PMK, Togap Simangunsong  dan dihadiri oleh perwakilan Kemsos, Bappenas, Kemendikbud, Kemenkominfo, Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia , Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), dan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

“Rapat koordinasi bertujuan untuk membahas serta menjaring banyak masukan tentang konten infografis pendidikan layak bagi penyandang disabilitas,’ terang Togap dalam rapat.

Saat ini, kata Togap, Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (SKIE) yang tujuannya memberikan pemahaman meluas kepada para sektor dan pemangku kepentingan lainnya tentang UU NO.8/2016 atau UU Penyandang Disabilitas diketahui telah cukup berhasil menjangkau targetnya. 

Bahan sosialisasi dua seri yang berisi uraian lengkap seputar pendidikan layak bagi penyandang disabilitas ini, semasa penanganan Pandemi Covid-19, berupa videografis yang ditayangkan menjadi salah satu konten Program Belajar dari Rumah (BDR) Kemdikbud. Tayangan ini dapat disaksikan di TVRI setiap Senin hingga Jumat antara pkl. 08.00-12.00 WIB, berlangsung hingga Juli 2020.

“Videografis ini sendiri sejatinya merupakan bentuk penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak disabilitas agar dapat diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tekad ini tentu sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia Inklusi 2030,” terang Togap.

Konsep muatan substansi infografis merupakan implementasi Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016, PP Nomor 52 Tahun 2019, PP Nomor 70 Tahun 2019, dan PP Nomor 13 Tahun 2020, sementara konsep visual infografis adalah implementasi UU Nomor 8 Tahun 2016, PP Nomor 52 Tahun 2019, PP Nomor 70 Tahun 2019, dan PP Nomor 13 Tahun 2020 yang dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. 

Adapun kanal-kanal SKIE, media sosial, dan lainnya baik Pemerintah maupun Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) termasuk organisasi penyandang disabilitas dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian bahan KIE ini. Penyusunan infografis ini ditargetkan selesai pada akhir November 2020 untuk kemudian akan dipublikasikan pertama kali pada acara peringatan Hari Disabilitas Indonesia.

Dari diskusi yang mengalir saat Rakor, para peserta rapat menyepakati sejumlah poin penting, antara lain muatan substansi yang disiapkan oleh Tim Friedrich-Ebert-Stiftung  (FES) yakni substansi terkait PP 70/2019, PP 52/2019, dan PP 13/2020 dan telah disepakati oleh forum. Tim dari FES telah menyiapkan draft konsep infografis terkait substansi PP 52/2019. Adapun infografis terkait substansi PP 70/2019 dan PP 13/2020 masih dalam penyiapan. 

Sementara itu, berbagai masukan dari peserta rapat yang kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan berisi tentang tampilan infografis agar disesuaikan dengan target audiens terutama bagi penyandang disabilitas tuna netra, low vision, dan tuna rungu; penyesuaian tampilan dimaksud meliputi warna utama tampilan dan background, penambahan dubbing atau sulih suara (audio); penyusunan kalimat lebih efektif, tampilan ragam disabilitas, dan format infografis yang sesuai dengan media SKIE; dan penambahan logo pada tampilan infografis (*)

Editor :
Reporter: