KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkuat sinergi lintas sektor melalui Rapat Penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, di Hotel Ciputra Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam merumuskan Grand Design Karakter Pemuda Indonesia dengan tiga pilar utama: Patriotik, Gigih, dan Empati, sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul yang adaptif dan berdaya saing di era digital dan kecerdasan artifisial (AI) menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan, serta dihadiri oleh jajaran Kemenpora, perwakilan Kemenko PMK, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan para pakar lintas disiplin sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat arah kebijakan pembangunan karakter pemuda.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menyampaikan bahwa penguatan karakter dan jati diri bangsa yang terintegrasi dalam pendidikan serta kontekstual dengan era disrupsi digital dan perkembangan AI menjadi dasar penting dalam membentuk karakter unggul pemuda Indonesia.
“Saat ini kita memasuki era disrupsi digital dengan kemajuan teknologi dan kecerdasan digital yang berkembang pesat dan mengubah struktur serta tatanan kehidupan. Penguatan karakter dan jati diri bangsa harus dapat menjawab tantangan di era disrupsi ini, mulai dari krisis identitas dan mental, literasi informasi, hingga polarisasi kohesi sosial, serta pembentukan kepemimpinan berbasis nilai,” tegas Warsito.
Ia menekankan bahwa paradigma pembangunan SDM perlu diperluas. Tidak cukup hanya mengandalkan indikator pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat kohesi sosial, inklusi, ketahanan nilai, dan partisipasi publik. Penguatan karakter dan jati diri bangsa harus diselenggarakan melalui lima ekosistem utama: keluarga, masyarakat, ruang digital, rumah ibadah, dan institusi pendidikan, agar generasi muda mampu tumbuh tangguh menghadapi dinamika teknologi dan transformasi AI.
“SDM unggul bukan sekadar sehat fisik dan sejahtera, tetapi juga sehat secara mental dan sosial. Penguatan karakter dilakukan secara integratif melalui seluruh ekosistem tersebut. Institusi pendidikan harus membentuk peserta didik yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berketuhanan Yang Maha Esa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Warsito menjelaskan bahwa penguatan karakter dan jati diri bangsa selaras dengan prioritas nasional dalam RPJMN, termasuk penguatan ideologi Pancasila, peningkatan kualitas SDM, peran strategis pemuda, reformasi birokrasi, serta harmonisasi sosial dan budaya. Upaya ini juga terintegrasi dengan penguatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPMas) sebagai ukuran keberhasilan pembangunan manusia berbasis karakter di tengah transformasi digital.
“Penyusunan kurikulum penguatan karakter mendukung ketercapaian IPP dan mencakup kepemimpinan, literasi digital dan AI, kewirausahaan, ketahanan mental dan sosial, serta nilai kebangsaan dan moderasi beragama. Seluruhnya harus terukur melalui indikator yang jelas,” tambahnya.
Warsito juga menegaskan peran strategis Kemenko PMK sebagai kementerian koordinator dalam mengorkestrasi kebijakan penguatan karakter dan jati diri bangsa secara lintas sektor, termasuk dalam konteks transformasi digital.
“Sebagai kementerian koordinator, kami mendorong penyusunan regulasi payung penguatan karakter yang integratif serta mengawal indikator pembangunan manusia seperti IPP dan IPMas. Kami juga memiliki program flagship seperti Bijak Berdigital dan BerAI serta Digital Wellness untuk mendukung literasi, etika, keamanan, dan kesehatan digital generasi muda,” jelasnya.
Rapat dilanjutkan dengan pemaparan dari Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bappenas serta perwakilan Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Forum ini menjadi ruang konsolidasi kebijakan sekaligus penguatan substansi dalam penyusunan dokumen Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia dan kurikulum nasionalnya.
Melalui forum ini, diharapkan penyusunan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia beserta kurikulumnya semakin komprehensif, aplikatif, dan selaras dengan arah pembangunan nasional, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, berintegritas, tangguh, serta adaptif menghadapi era digital dan AI sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.