KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terpadu terhadap tiga program unggulan di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/04/2026). Tiga program tersebut meliputi Kampung Keluarga Berkualitas (KB), Kampung Zakat, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Bandung Barat Akhmad Panji Hernawan, Camat Cililin Opa Mustopa, Kepala Desa Rancapanggung Asep Sukma Jaya, unsur Forkopimcam, serta perwakilan berbagai lembaga dan pendamping program.
Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara laporan di tingkat pusat dengan kondisi di lapangan.
“Kami perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar mendapatkan gambaran yang utuh serta memastikan intervensi kebijakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kemenko PMK meninjau Kampung KB “Aster Ramah Anak” yang mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Program ini didukung berbagai kegiatan seperti Bina Keluarga Balita, Remaja, dan Lansia, serta pemanfaatan Rumah Data Kependudukan.
Selain itu, Kemenko PMK juga meninjau pelaksanaan Kampung Zakat yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk LAZ Pesantren Al Hilal. Program ini mencakup sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi umat melalui bantuan permodalan UMKM.
Program Kampung Zakat turut mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Selanjutnya, Kemenko PMK mengunjungi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancapanggung guna memastikan kesiapan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program MBG dinilai tidak hanya meningkatkan asupan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pelibatan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan.
Kemenko PMK menekankan pentingnya penyelarasan data sasaran agar pelaksanaan program MBG 3B dapat berjalan optimal dan tepat sasaran dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga.