KEMENKO PMK - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan kerukunan umat beragama melalui pengembangan konsep badan usaha moderasi beragama dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (23/1).
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito mengatakan penguatan kerukunan umat beragama merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama yang menekankan pentingnya komitmen kebangsaan, toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan.
Ia menyampaikan hasil pengukuran Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama RI pada Desember 2025 menunjukkan peningkatan secara nasional dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025 atau naik 1,42 poin.
Menurut Warsito, Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian IKUB di atas rata-rata nasional dengan skor 80,05. IKUB diukur melalui tiga indikator utama, yakni toleransi sebesar 88,82, kebersamaan 65,49, dan kesetaraan 79,35, yang menunjukkan masih perlunya penguatan aspek kebersamaan.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas umat beragama dalam membangun kebersamaan melalui berbagai aktivitas bersama, seperti gotong royong, kegiatan sosial, serta aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat.
“Badan usaha, perusahaan, atau koperasi yang dikembangkan dalam semangat keberagaman akan lebih mudah diterima masyarakat dan berkembang secara dinamis sebagai wujud kebersamaan,” kata Warsito dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan FKUB, tokoh lintas agama, pemerintah setempat, dan pelaku usaha di Kota Tegal.
Turut hadir pada kegiatan ini Asisten Deputi Bina Keagamaan Kemenko PMK, Asep Sunandar; Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tegal, M. Syafiq Z.; perwakilan umat Kristen, Pendeta Bambang Wijanarko; Perwakilan umat Katolik, Pastur Doni; tokoh Tionghoa dan Buddha, Lie Ing Fie; Lurah Mintaragen, Imron Rosyadi; serta Direktur PT Rajawali Permata Asia yang menerapkan konsep badan usaha moderasi beragama, Ariman Setiawan. Hadir pula perwakilan umat Gereja Majasem dan warga muslim Kelurahan Mintaragen.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Deputi Kemenko PMK bersama para tamu undangan membagikan bingkisan Jumat Berkah kepada warga yang melintas di Jalan Mintaragen, Kota Tegal.