Kemenko PMK Dorong Koordinasi Strategis untuk Sukseskan Penyiaran Piala Dunia FIFA 2026

KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Persiapan Penyiaran Piala Dunia FIFA 2026 oleh TVRI yang digelar di Kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada Selasa (4/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Warsito menyampaikan apresiasi kepada Presiden dan pemerintah atas komitmen menghadirkan siaran gratis Piala Dunia FIFA 2026 bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bentuk afirmasi keadilan dalam akses informasi dan hiburan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Setelah periode 2002 hingga 2022, hak siar Piala Dunia didominasi oleh televisi swasta, kini TVRI mengambil peran penting dalam menghadirkan tayangan kelas dunia secara gratis dan merata untuk memperkuat eksistensi dan fungsi layanan publiknya," ujar Warsito.

Warsito menilai penyiaran Piala Dunia juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran lembaga penyiaran publik sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Piala Dunia bukan sekadar tontonan olahraga, tetapi juga peristiwa sosial global yang memiliki dampak luas dari sisi sosial, pendidikan, ekonomi, hingga stabilitas publik.

"Penyiaran ajang tersebut perlu dipersiapkan secara matang tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga dari sisi pengelolaan dampak sosial dan ruang digital," ungkapnya.

Warsito juga menekankan pentingnya perencanaan yang bersifat promotif dan preventif sebelum pelaksanaan. Upaya tersebut diperlukan untuk memaksimalkan manfaat positif seperti penguatan semangat persatuan dan peningkatan literasi olahraga, sekaligus memitigasi potensi risiko seperti penyebaran disinformasi, polarisasi di ruang digital, hingga gangguan ketertiban masyarakat.

Lebih lanjut, Warsito mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung penyiaran Piala Dunia 2026. Kolaborasi antara kementerian/lembaga, aparat keamanan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai krusial agar penyiaran tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan manusia dan penguatan ketahanan sosial nasional.

Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Agama, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga Sekretariat Dukungan Kabinet serta dihadiri Asisten Deputi Olahraga Profesional Kemenpora dan Direktur Utama TVRI.

Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, menyampaikan kesiapan dari sisi infrastruktur dan kolaborasi media untuk mendukung penyiaran Piala Dunia 2026.

"TVRI akan menambah pemancar di wilayah-wilayah yang masih tergolong blind spot agar masyarakat di daerah terpencil tetap dapat menikmati siaran Piala Dunia secara gratis. Akses siaran juga akan dibuka untuk pengguna parabola dan platform sejenis," jelas Iman.

Ia juga menambahkan bahwa TVRI telah membangun sinergi dengan RRI, Antara, dan Garuda TV untuk memastikan penyiaran Piala Dunia dapat menjangkau masyarakat secara luas serta memberikan dampak positif.

Sebagai tindak lanjut, koordinasi strategis lintas kementerian dan lembaga selanjutnya akan terus diperkuat dengan fasilitasi dari Kemenko PMK.

Di akhir rapat, Warsito juga mengingatkan agar TVRI turut memperhatikan kajian dampak sosial dari penyiaran Piala Dunia bagi masyarakat. Ia mencontohkan adanya potensi dampak positif seperti peningkatan kohesi sosial dan aktivitas ekonomi, namun juga perlu diantisipasi potensi risiko seperti praktik perjudian maupun penurunan produktivitas kerja.

Kontributor Foto:
Reporter: