Kemenko PMK Lakukan Koordinasi Perkuat Program Prioritas Nasional Bidang Keolahragaan

KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Rapat Koordinasi Program dan Kegiatan Bidang Keolahragaan Tahun 2026 di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/3/2026). Rapat ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Menko PMK Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) Program Prioritas Nasional Bidang Keolahragaan.

Memimpin pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pembangunan olahraga nasional, sekaligus memastikan percepatan implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Warsito menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat pembinaan olahraga nasional agar berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

“Rakor ini merupakan tindak lanjut arahan Menko PMK dalam Rapat Tingkat Menteri Program Prioritas Nasional Keolahragaan, sekaligus untuk memastikan berbagai program pembangunan olahraga dapat berjalan secara terkoordinasi dan selaras dengan Desain Besar Olahraga Nasional,” ujar Warsito.

Ia menjelaskan bahwa melalui forum koordinasi ini pemerintah mendorong sinergi berbagai kementerian dan lembaga untuk mendukung pembangunan olahraga nasional secara sistematis, mulai dari pembinaan talenta atlet hingga penguatan ekosistem olahraga.

“Pembangunan olahraga nasional membutuhkan sinergi yang kuat antar kementerian dan lembaga agar pembinaan atlet dapat berjalan secara terstruktur, berkelanjutan, dan terarah menuju peningkatan prestasi olahraga Indonesia,” tuturnya.

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah langkah strategis sebagai tindak lanjut arahan Menko PMK, antara lain pembangunan Akademi Olahraga, transformasi Cibubur Youth Elit Sport Center menjadi Sport Medical Rehabilitation and Wellness Center, penyediaan beasiswa khusus bagi atlet dan tenaga keolahragaan, serta penguatan pembinaan cabang olahraga unggulan yang mencakup 21 cabang olahraga.

Selain itu, penguatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) juga menjadi salah satu fokus untuk memastikan proses identifikasi dan pembinaan atlet dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data.

Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia olahraga, pemerintah juga tengah memperkuat program beasiswa keolahragaan. Saat ini program tersebut telah berjalan untuk jenjang S2 dan S3, serta sedang dikembangkan untuk jenjang S1 melalui skema LPDP. Pada tahap awal, program ini ditargetkan dapat memberangkatkan 100 penerima beasiswa, yang terdiri dari 60 atlet, 20 pelatih, dan 20 tenaga keolahragaan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa terdapat tiga program utama yang menjadi fokus dalam penguatan pembudayaan olahraga nasional, yaitu peningkatan partisipasi olahraga masyarakat melalui penyelenggaraan Car Free Day (CFD), penguatan Manajemen Talenta Nasional (MTN), serta peningkatan kapasitas SDM olahraga disabilitas melalui penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan Training of Trainers (TOT).

“Program pembudayaan olahraga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan persentase penduduk usia 10 tahun ke atas yang aktif berolahraga serta dalam proses pembinaan talenta olahraga nasional,” ujar Sri Wahyuni.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong penyusunan Desain Olahraga Daerah guna memperkuat pembinaan olahraga di tingkat daerah. Hingga saat ini, proses penyusunan telah dilakukan di 31 provinsi/kabupaten/kota, dan sebagian di antaranya telah menetapkan Desain Olahraga Daerah, yaitu 4 provinsi dan 14 kabupaten/kota.

Selain itu, pengembangan industri olahraga juga menjadi perhatian pemerintah karena dinilai memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian. Sebagai contoh, penyelenggaraan MotoGP Mandalik menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp4,7 triliun, sedangkan penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp12 triliun.

Pembangunan olahraga nasional sendiri menjadi bagian dari Prioritas Nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menekankan peningkatan prestasi olahraga sekaligus penguatan budaya olahraga di masyarakat. Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah menargetkan peningkatan prestasi olahraga Indonesia di berbagai ajang internasional serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.

Dalam rapat tersebut, Warsito juga menerima penyampaian dari sejumlah unit kerja di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait berbagai program dan kegiatan yang tengah dilaksanakan pada tahun 2026. Penyampaian tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan berbagai program di bidang keolahragaan dapat saling diselaraskan sehingga pelaksanaannya berjalan lebih terkoordinasi dan mendukung pencapaian target pembangunan olahraga nasional.

Kontributor Foto:
Reporter: