Kemenko PMK Perkuat Kolaborasi Kita Tangguh bersama PLN dan UN Women

KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memperkuat kolaborasi pengurangan risiko bencana melalui flagship Kita Tangguh bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan UN Women. Pertemuan dilaksanakan di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Andre Notohamijoyo, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN Evy Haryadi, Representative UN Women Ulzisuren Jamsran, Project Coordination Analyst Peace and Security UN Women Annisa Srikandini, serta jajaran tim terkait.

Deputi Lilik Kurniawan menyampaikan bahwa penguatan pengurangan risiko bencana (PRB) memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif, melibatkan pemerintah, BUMN, dan mitra pembangunan internasional.

"PLN merupakan mitra strategis karena memiliki peran vital dalam penyediaan energi listrik di seluruh Indonesia. Dalam konteks kebencanaan, ketahanan infrastruktur energi dan penguatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan," ujar Lilik.

Sebagai BUMN dengan jangkauan nasional, PLN memiliki posisi strategis dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat. Di sisi lain, berbagai kejadian bencana di Indonesia menuntut strategi pengurangan risiko yang sistematis agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Andre Notohamijoyo menambahkan bahwa PLN dapat menjadi mitra penting dalam memperluas implementasi flagship Kita Tangguh di berbagai wilayah melalui dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenko PMK dan PLN sepakat untuk menyinergikan program penguatan ketangguhan masyarakat melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) PLN yang selama ini telah menjangkau desa-desa melalui inisiatif Desa Siap Siaga Bencana.

Sebagai tindak lanjut, akan diselenggarakan workshop bersama antara Kemenko PMK, PLN, dan UN Women guna mengadopsi model Kita Tangguh ke dalam program CSR PLN secara lebih terstruktur. Selain itu, rencana kunjungan Sekretaris Jenderal PBB pada April 2026 (masih dalam proses konfirmasi) diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenko PMK, PT PLN, dan UN Women dalam penguatan ketangguhan masyarakat berbasis kolaborasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengurangan risiko bencana yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Kontributor Foto:
Reporter: