Kemenko PMK Bangun Kolaborasi KITA TANGGUH dengan PT Taman Wisata Candi/InJourney

KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menjajaki kolaborasi dengan PT Taman Wisata Candi (TWC)/InJourney dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kesiapsiagaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (4/2/2026).

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap bencana, seiring peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2026. Gempa Yogyakarta merupakan salah satu bencana alam dengan jumlah korban jiwa terbesar di Indonesia setelah gempa dan tsunami Aceh.

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana, termasuk pengelola kawasan wisata berbasis cagar budaya.

“Pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, serta penyediaan jalur dan informasi keselamatan di kawasan wisata,” ujar Andre.

PT TWC mengelola sejumlah destinasi wisata dengan tingkat kunjungan tinggi yang berada di wilayah rawan bencana, seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko di jalur Sesar Opak, serta Candi Borobudur yang berada di antara kawasan gunung api aktif.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kesiapsiagaan bagi pengelola kawasan, pemandu wisata, pelaku usaha, dan komunitas sekitar destinasi. Kemenko PMK turut menyiapkan modul KITA TANGGUH beserta fasilitator untuk didiseminasikan kepada masyarakat, guna mendorong lahirnya agen perubahan dan mitigator bencana di wilayah DIY.

Selain itu, kolaborasi diarahkan pada integrasi sistem informasi kebencanaan dengan dashboard KITA TANGGUH yang dikembangkan Kemenko PMK, sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini dan prosedur tanggap darurat yang dapat diakses secara cepat oleh seluruh pemangku kepentingan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal kerja sama yang lebih terstruktur antara Kemenko PMK dan PT TWC/InJourney dalam memperkuat sistem pengurangan risiko bencana, sekaligus mendukung terwujudnya kawasan pariwisata cagar budaya yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Kontributor Foto:
Reporter: