Kemenko PMK Dorong Inovasi Penanggulangan Bencana Berbasis Perguruan Tinggi

KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan pemanfaatan inovasi hasil riset perguruan tinggi dalam upaya pengurangan risiko bencana di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam audiensi Kemenko PMK dengan Gama Inovasi Berdikari, perusahaan hilirisasi inovasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang berlangsung pada Senin (2/2).

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menegaskan pentingnya memperkuat jembatan antara hasil inovasi akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, kompleksitas tantangan kebencanaan saat ini menuntut pemanfaatan teknologi tepat guna yang dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas, khususnya oleh pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan bencana.

“Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti di ruang akademik, tetapi benar-benar memberi dampak nyata dalam pengurangan risiko bencana,” ujar Andre.

Dalam audiensi tersebut, Gama Inovasi Berdikari memaparkan berbagai teknologi hasil riset sivitas akademika UGM, antara lain sistem peringatan dini, pemetaan risiko berbasis geospasial, pemanfaatan drone untuk asesmen cepat wilayah terdampak, serta solusi penyediaan air bersih dan hunian darurat pascabencana. Seluruh inovasi tersebut dirancang agar sederhana, terjangkau, dan mudah dioperasikan, termasuk di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.

Andre menyambut baik berbagai solusi yang dipaparkan dan menilai inovasi berbasis riset dalam negeri memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian nasional di bidang penanggulangan bencana. Inovasi tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan kebencanaan di berbagai daerah rawan, seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga kekeringan.

Lebih lanjut, dalam diskusi juga dibahas pentingnya penguatan mekanisme diseminasi dan adopsi inovasi. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan platform digital yang dapat menampilkan berbagai produk dan teknologi kebencanaan hasil riset perguruan tinggi, sebagai ruang temu antara penyedia inovasi, pemerintah daerah, komunitas kebencanaan, dan mitra pembangunan.

Andre menekankan bahwa pengurangan risiko bencana tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga pada fase prabencana melalui mitigasi, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi. Oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi dan sektor inovasi akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi nasional pengelolaan risiko bencana.

Audiensi ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut, termasuk peluang integrasi inovasi kebencanaan ke dalam program-program pemerintah serta penguatan ekosistem inovasi kebencanaan yang lebih terkoordinasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Kontributor Foto:
Reporter: