Pemerintah Dukung E-Sports dan Industri Gaming

Jakarta (29/3) – Era Industri 4.0 saat ini menambah banyak ragam industri di Indonesia. Salah satunya yang tengah ramai dan digandrungi masyarakat adalah industri gaming dan olahraga elektronik atau E-Sports. 

 

E-Sports adalah bidang olahraga yang menggunakan game online sebagai bidang kompetitif. Dewasa ini, fenomena E-Sports terus berkembang dan memancing perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga perusahaan-perusahaan besar.

 

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan industri gaming dan E-Sports, Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama dengan kementerian dan lembaga lainnya yang terkait, mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Pemenuhan Janji Presiden Pengembangan E-Sports dan Industri Gaming.

  

Asisten Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Gatot Hendrarto menjelaskan, pengembangan E-Sports dan industri gaming merupakan salah satu modal pembangunan bangsa Indonesia. Gatot menerangkan, pengembangan E-Sports merupakan salah satu janji presiden yang tercantum di dalam Program Prioritas Nasional.

 

“Dalam rangka mengembangkan E-Sport dan industri gaming untuk menjadi salah satu modal bangsa, kita bagi kedalam tiga klaster kebijakan yaitu terdiri dari klaster industri gamingnya, klaster kebijakan E-Sports-nya, dan klaster kebijakan pendidikan,” ucapnya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pemenuhan Janji Presiden Pengembangan Esport dan Industri Gaming, di Ruang Rapat Hotel Harris Vertu Jakarta, Senin (29/3).

 

Gatot memaparkan, pada tahun 2020, pemerintah telah menetapkan E-Sports sebagai cabang olahraga. Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan fasilitas sarana dan prasaranan pembinaan prestasi cabang olahraga E-Sports untuk mengikuti multievent olahraga internasional yang dilakukan oleh Kemenpora. Serta telah dilaksanakan event turnamen E-Sport tingkat nasional oleh Kemenpora.

 

Perwakilan dari Kantor Staf Presiden (KSP) Ageng Nugroho mengatakan pentingnya melakukan koordinasi dan sinkronisasi terkait penajaman rencana aksi dalam dunia E-Sports dan industri gaming pada saat ini. 

 

“Pentingya penajaman rencana aksi (F8K) dengan menggunakan indikator-indikator terkait perkembangan E-Sports dan industri gaming yang akan dipantau setiap 3 bulan sekali dengan melakukan monitoring serta evaluasi,” ujarnya.

 

Pada rapat tersebut, penajaman rencana aksi terkait dengan perkembangan E-Sports dan industri gaming menghasilkan beberapa indikator keberhasilan yang terdiri dari tersusunnya naskah akademi Desain Besar Olahraga Nasional yang memuat kebijakan tentang pengembangan E-Sports.

 

Selanjutnya, tersusunnya draf Revisi UU No. 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang mengkomodasi E-Sports sebagai salah satu cabang olahraga, tersedianya sarana dan prasarana pembinaan atlit nasional pada cabang olahraga E-Sports dalam event Olimpiade Tokyo dan SEA GAMES di Vietnam tahun 2021.

 

Selain itu, dalam rapat disepakati akan dijalinnya kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta dan BUMN dalam penyelenggaran event Kejuaraan E-Sports baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kontributor Foto:
Editor :
Reporter: