KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penanganan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Lilik Kurniawan menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penanganan bencana yang efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Lilik saat menerima audiensi dari Astra untuk membahas penguatan kolaborasi penanganan bencana di Indonesia, di Jakarta, pada Rabu (7/5/2026).
"Penanganan bencana membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor penting untuk memastikan upaya penanganan dapat berjalan secara efektif, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat terdampak secara optimal," ujar Lilik.
Dalam audiensi tersebut, Deputi Lilik didampingi Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Merry Efriana dan dihadiri jajaran perwakilan Astra.
Pertemuan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung penanganan bencana yang lebih terpadu, cepat, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya tantangan kebencanaan di Indonesia.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain penguatan kesiapsiagaan, dukungan penanganan darurat, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Salah satu agenda yang turut dibahas ialah persiapan Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta 2006 sebagai momentum refleksi nasional terhadap perjalanan penanganan bencana di Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembelajaran bersama serta meningkatkan kesadaran seluruh pihak mengenai pentingnya kesiapsiagaan, solidaritas, dan ketangguhan dalam menghadapi bencana.
Selain itu, audiensi juga membahas penguatan peran Indonesia Business Disaster Management Forum (IBDMF) sebagai wadah kolaborasi sektor usaha dalam mendukung penanganan bencana nasional. Forum tersebut diharapkan dapat terus memperkuat sinergi multipihak dalam mendukung kesiapsiagaan, respons darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.
Deputi Lilik menekankan bahwa tantangan kebencanaan saat ini memerlukan kerja sama yang semakin kuat dan berkesinambungan antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Penanganan bencana memerlukan kolaborasi seluruh pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran, mulai dari masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Merry Efriana menyampaikan bahwa keterlibatan sektor swasta memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana nasional, khususnya melalui dukungan koordinasi, mobilisasi sumber daya, dan bantuan kemanusiaan pada setiap tahapan penanganan bencana.
"Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana nasional. Sinergi ini diharapkan dapat terus diperkuat sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan berkelanjutan," ujar Merry.
Perwakilan Astra turut menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya kemanusiaan dan penanganan bencana melalui kolaborasi bersama pemerintah dan mitra terkait lainnya.
Melalui audiensi ini, Kemenko PMK berharap penguatan kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dapat terus ditingkatkan guna mendukung kapasitas penanganan bencana nasional serta memperkuat ketangguhan masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.