KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, secara hybrid, pada pada Sabtu (29/11/2025)
Pertemuan dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, untuk memastikan respons cepat terhadap kerusakan, gangguan aktivitas masyarakat, serta meningkatnya kebutuhan logistik darurat di wilayah terdampak.
Dalam pertemuan tersebut, Lilik menegaskan bahwa percepatan distribusi bantuan merupakan prioritas utama untuk menjaga keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Ketersediaan dan distribusi logistik harus dipastikan berjalan cepat dan tepat sasaran. Sinergi antara kementerian/lembaga dan mitra kemanusiaan menjadi kunci untuk memperkuat respons di wilayah terdampak,” tegas Lilik.
Pembahasan strategis dalam rapat meliputi penguatan integrasi data dampak bencana, percepatan distribusi logistik seperti pangan, perlengkapan shelter, air bersih, dan layanan kesehatan, serta optimalisasi pemanfaatan gudang logistik regional. Koordinasi dengan NGO turut diperkuat pada sektor-sektor utama seperti shelter, kesehatan, WASH, dan perlindungan kelompok rentan.
Rapat juga menekankan pentingnya penguatan posko gabungan untuk mencegah tumpang tindih bantuan serta penyediaan dukungan psikososial bagi kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian khusus. Seluruh langkah ini diarahkan untuk memastikan respons bencana berjalan terukur dan efektif.
“Kemenko PMK bersama BNPB akan memastikan setiap perkembangan dari lapangan dapat direspons dengan cepat, dan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara bertahap,” ujarnya.
Rapat ditutup dengan komitmen memperkuat koordinasi lintas sektor agar bantuan logistik menjangkau seluruh wilayah terdampak hingga kondisi kembali stabil. Pertemuan dihadiri oleh BNPB serta sejumlah organisasi kemanusiaan yang terlibat dalam dukungan penanganan darurat.