Kemenko PMK dan UN OCHA Perkuat Kolaborasi Penanganan Bencana dan Aksi Merespon Peringatan Dini

KEMENKO PMK -- Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Lilik Kurniawan menegaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks, terutama akibat meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi, cuaca ekstrem, dan siklon tropis yang berdampak di berbagai wilayah.

Menurutnya, kondisi geografis Indonesia menuntut penguatan sistem penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada respons saat bencana terjadi, tetapi juga pada percepatan tindakan sebelum dampak bencana meluas. Hal tersebut disampaikan Deputi Lilik saat menerima kunjungan delegasi _United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs_ (UN OCHA), di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).

"Penguatan Aksi Merespon Peringatan Dini menjadi sangat penting agar informasi peringatan dini dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah kesiapsiagaan dan tindakan antisipatif yang terkoordinasi, sehingga keselamatan masyarakat dan ketahanan wilayah dapat lebih terjaga," ujar Lilik.

Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi penanganan bencana, Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD), serta kerja sama kebencanaan di tingkat nasional dan kawasan ASEAN. Selain itu dibahas peningkatan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat, penguatan koordinasi lintas sektor, serta pengembangan kerja sama regional dalam menghadapi peningkatan ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK Merry Efriana menegaskan bahwa penguatan Strategi Nasional Aksi Merespon Peringatan Dini dilakukan melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, media, masyarakat, organisasi kemanusiaan, serta mitra pembangunan internasional.

"Pemerintah terus memperkuat koordinasi, pengelolaan data dan informasi kebencanaan, serta pembelajaran dari berbagai kejadian bencana sebagai bagian dari upaya membangun sistem penanganan bencana yang adaptif, responsif, dan berbasis aksi dini," ujar Merry.

Delegasi UN OCHA menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam memperkuat tata kelola penanganan bencana dan pengembangan pendekatan Aksi Merespon Peringatan Dini, termasuk peran aktif Indonesia dalam penguatan kerja sama kebencanaan di kawasan ASEAN.

UN OCHA juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penguatan kapasitas nasional dan regional, khususnya dalam pengembangan koordinasi kemanusiaan, penguatan sistem informasi kebencanaan, serta implementasi aksi merespon peringatan dini guna mendukung penanganan bencana yang lebih efektif dan terkoordinasi.

Melalui pertemuan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dengan UN OCHA semakin memperkuat kemitraan strategis dalam mendukung penguatan sistem penanganan bencana, peningkatan kesiapsiagaan nasional, serta penguatan ketahanan masyarakat dan wilayah dalam menghadapi potensi bencana di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Kontributor Foto:
Reporter: