Kemenko PMK Bersama Pemerintah Aceh Meningkatkan Sinergitas Dalam Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Karhutla Di Aceh

Senin, (13/07) - Memasuki musim kemarau yang diprediksi puncaknya pada bulan Juli sampai dengan September, beberapa wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan termasuk salah satunya adalah Aceh perlu peningkatan kewaspadaan wilayah.  Melalui Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Aceh, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berupaya meningkatkan sinergi dalam peningkatan kesiapsiagaan karhutla di Aceh yang diharapkan dapat mengurangi potensi-potensi karhutla di wilayah Aceh.

Bertempat di Hotel Kyriad Muraya Aceh, Plt. Asdep Tanggap Cepat Bencana Kemenko PMK, Iwan Eka memimpin Rapat Kooordinasi Sinergitas Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Aceh.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Dody Usodo menyampaikan bahwa penanganan bencana merupakan urusan bersama dan harus bersinergi serta menerapkan Pentahelix antar Instansi Pemerintah Pusat, Daerah, Akademisi, Dunia Usaha, serta Masyarakat, yang sesuai dengan tujuan Rakor yaitu untuk membentuk sinergi manajemen penanggulangan bencana di pusat dan daerah yang merupakan bentuk kesiapsiagaan dan kesinambungan penanggulangan bencana dalam hal menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Aceh.

Sekda Pemerintah Aceh , dr Taqwallah MKes menyampaikan dalam sambutan pembukaannya, Pemerintah Aceh sudah melakukan kewenangan dan tugasnya dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).  Amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menindak tegas bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, sudah dilaksanakan Pemerintah Aceh bersama anggota Forkopimda, serta berkoordinasi dengan lembaga lintas sektoral lainnya untuk pelaksanaan di lapangan. Berdasarkan data hasil pantauan Pemerintah Aceh, sepanjang tahun 2020 ini sudah terdapat 51 titik api yang tersebar di 8 Kabupaten yang menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi, yaitu Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Belatan, Nagan Raya, Abdya, Aceh Tengah, Pidie, Aceh Besar. Antisipasi kesiapsiagaan terus dilakukan pada daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam sambutan penutupnya, Dody Usodo, menekankan melalui rakor ini dapat meningkatkan upaya kesiapsiagan karhutla Aceh bersama 8 kabupaten rawan karhutla untuk menekan tingkat potensi bencana karhutla sesuai dengan arahan Presiden dalam Ratas Penanganan Karhutla yaitu manajemen yang terkoordinasi dan penggunaan teknologi dalam proses monitoring dan pengawasan, jangan sampai api membesar, penegakan hukum harus tegas bagi pembakar hutan dan lahan, serta penataan ekosistem gambut.

Turut hadir dan memberikan pemaparan dalam rakor mengenai data kejadian, potensi-potensi dan prediksi, sampai dengan upaya-upaya yang dilakukan dalam pencegahan karhutla, yaitu Kalaksa BPBA, Aster Kasdam IM, Karoops Polda Aceh, perwakilan Dinas LHK dan BMKG Aceh, serta Kalaksa BPBD dari kabupaten/kota di wilayah Aceh.

 

Kontributor Foto:
Reporter: