Indonesia Dorong Penguatan Implementasi ASCC Strategic Plan dalam 40th SOCA Meeting
KEMENKO PMK -- Indonesia menghadiri pertemuan The Fortieth Meeting of the Senior Officials Committee for the ASEAN Socio-Cultural Community (40th SOCA Meeting) yang diselenggarakan di Makati, Filipina, pada Senin, (3/3/2026). Pertemuan ini merupakan forum tingkat pejabat senior yang membahas penguatan kerja sama pada Pilar Sosial Budaya Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Delegasi Indonesia dalam pertemuan ini salah satunya diwakili oleh Kepala Biro Manajemen Kinerja, Kerja Sama, dan Sumber Daya Manusia Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nur Budi Handayani.
Dalam forum tersebut, Indonesia menyoroti sejumlah isu strategis sekaligus mengusulkan berbagai intervensi strategis, untuk memperkuat implementasi ASCC Strategic Plan 2026–2030 agar berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat ASEAN.
Indonesia menekankan pentingnya penyelarasan yang lebih strategis antara rencana kerja badan sektoral Pilar Sosial Budaya ASEAN dengan ASCC Strategic Plan, termasuk berbagai program yang dilaksanakan bersama mitra eksternal. Indonesia memandang bahwa ASEAN Secretariat perlu secara berkala melaporkan tingkat penyelarasan tersebut sehingga seluruh inisiatif yang dilaksanakan dapat berkontribusi secara koheren terhadap pencapaian tujuan besar ASCC.
Selain itu, Indonesia juga menyoroti perlunya penguatan mekanisme pemantauan dan evaluasi untuk mendukung koordinasi lintas sektor dan lintas pilar. Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan platform koordinasi lintas pilar guna memperkuat komunikasi, menyinergikan pelaksanaan program, serta memastikan keterpaduan implementasi agenda menuju Visi Komunitas ASEAN 2045.
Indonesia juga menaruh perhatian pada pentingnya menjamin keberlanjutan pendanaan bagi implementasi ASCC Strategic Plan. Di tengah dinamika sumber pendanaan eksternal, Indonesia mendorong ASEAN untuk mengeksplorasi modalitas pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan, termasuk dengan mengoptimalkan potensi sumber pembiayaan dari dalam kawasan.
Lebih lanjut, Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya memperkuat kontribusi ASCC terhadap implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), mengingat adanya keselarasan yang erat antara kedua agenda tersebut, khususnya dalam isu-isu pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan manajemen bencana. Untuk itu, Indonesia mendorong agar pembahasan mengenai integrasi ASCC Strategic Plan dan AOIP dilakukan secara rutin, serta kemajuannya dipantau secara berkala dalam forum yang relevan.
Untuk memperkuat rasa kepemilikan negara anggota terhadap implementasi ASCC Strategic Plan, Indonesia juga mengusulkan pengembangan mekanisme National Voluntary Reporting (NVR). Mekanisme ini dinilai penting untuk meninjau implementasi secara lebih akurat, transparan, dan berbasis data, sekaligus mendorong keterlibatan yang lebih luas dari seluruh negara anggota ASEAN.
Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan peran Socio-Cultural Officials (SCO) sebagai penghubung strategis dalam mendorong koordinasi lintas sektor sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap agenda Pilar Sosial Budaya ASEAN. Dalam pandangan Indonesia, SCO perlu memainkan peran yang lebih aktif dalam menjembatani kebijakan di tingkat regional dengan kebutuhan serta konteks implementasi di tingkat nasional hingga masyarakat.
Lebih lanjut, Indonesia menegaskan bahwa berbagai komitmen yang dihasilkan para pemimpin ASEAN pada ASEAN Summit ke-47 perlu segera diterjemahkan ke dalam langkah tindak lanjut yang lebih konkret dalam rencana kerja ASCC. Setiap komitmen yang telah disepakati perlu disertai pembagian peran yang jelas, indikator yang terukur, serta kerangka waktu pelaksanaan yang pasti agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat ASEAN.
Melalui berbagai usulan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat efektivitas, keberlanjutan, dan inklusivitas implementasi agenda ASCC, sekaligus mendorong Association of Southeast Asian Nations tetap bergerak maju sebagai kawasan yang tangguh, berorientasi pada masyarakat, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan secara bersama.
Pertemuan SOCA ke-40 ini merupakan pertemuan perdana di bawah keketuaan ASEAN 2026 Filipina dengan mengusung tema "Navigating Our Future, Together". Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi kerja sama Pilar Sosial Budaya ASEAN dalam mencapai visi misi Asean "Resilient, Innovative, Dynamic, and People-Centred ASEAN".