KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menerima audiensi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada Jumat (30/1/2026) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta. Audiensi ini membahas rencana penyelenggaraan Muktamar XXIV IPM sebagai bagian dari upaya penguatan peran organisasi pelajar dalam pembangunan karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menyampaikan bahwa Muktamar XXIV IPM merupakan forum strategis yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi pemuda dalam pembangunan nasional, khususnya pada aspek karakter, kepemimpinan, dan partisipasi sosial.
“Ikatan Pelajar Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda. Muktamar menjadi ruang strategis untuk menyuarakan gagasan secara konstruktif serta melahirkan rekomendasi yang berdampak bagi pemuda dan bangsa,” ujar Warsito.
Ia menegaskan bahwa penguatan karakter dan kepemimpinan pelajar merupakan bagian integral dari agenda pembangunan manusia nasional. Hal tersebut sejalan dengan mandat Kemenko PMK sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 144 Tahun 2024, yang menempatkan Kemenko PMK sebagai koordinator kebijakan lintas sektor di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, termasuk penguatan karakter dan nilai kebangsaan generasi muda.
Muktamar XXIV IPM direncanakan akan dilaksanakan pada 5–8 Februari 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini akan diisi dengan rangkaian pembukaan dan persidangan organisasi yang melibatkan pimpinan IPM dari tingkat pusat hingga daerah, serta peserta dan undangan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Warsito berharap penyelenggaraan Muktamar dapat berjalan secara tertib, transparan, dan kondusif, khususnya dalam proses pemilihan pengurus, sehingga dapat menjadi teladan tata kelola organisasi bagi gerakan kepemudaan lainnya. Selain itu, Muktamar juga diharapkan mampu menyuarakan isu-isu strategis secara beretika dan bijak serta menciptakan atmosfer yang positif.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat IPM, Jowanda Harahap, menyampaikan bahwa audiensi dengan Kemenko PMK menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara IPM dan pemerintah dalam penyelenggaraan Muktamar XXIV IPM.
“Dengan arahan dan dukungan dari Kemenko PMK, kami berharap Muktamar XXIV IPM dapat berjalan secara tertib dan lancar serta memberikan kontribusi positif,” ujar Jowanda.
Lebih lanjut, Warsito menegaskan pentingnya peran IPM sebagai cerminan karakter dan jati diri pemuda Indonesia, termasuk dalam penguatan nilai kebangsaan dan praktik moderasi beragama yang menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi.
“Penguatan karakter, kepemimpinan, dan moderasi beragama merupakan bagian integral dari pembangunan manusia nasional. Organisasi pelajar seperti IPM adalah mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing,” tegas Warsito.
Sebagai penutup, Asisten Deputi Pemberdayaan Pemuda dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, Gatot Hendrarto, menyampaikan bahwa hasil audiensi ini akan menjadi bahan penting dalam penguatan arah kebijakan kepemudaan ke depan.
“Audiensi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan yang mendorong penguatan karakter dan pembangunan kepemudaan. Kami berharap Muktamar XXIV IPM dapat menjadi praktik baik yang berkontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia nasional,” ujar Gatot.