Mendorong Perempuan Tangguh sebagai Basis Budaya Tangguh Bencana

Kemenko PMK bekerjasama dengan UN Women dan Predict menyelenggarakan acara launching dan diseminasi program Kita Tangguh pada 26-27 Januari 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Barat. Program Kita Tangguh merupakan upaya untuk membangun budaya tangguh bencana pada masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang diperkuat oleh platform dashboard informasi bencana secara terintegrasi.

Di dalam diseminasi tersebut, disampaikan pembelajaran dengan modul bencana antara lain Keluarga Tangguh Bencana, Rumah Aman Bencana, Mengenal Perlindungan Perempuan dan Anak, Aplikasi Tangguh dan lainnya. 

Peserta diseminasi tersebut berasal dari berbagai wilayah di Propinsi NTT. Propinsi tersebut memiliki risiko bencana yang tinggi seperti banjir, kekeringan, rob, letusan gunung berapi hingga gempa bumi. Propinsi NTT juga masih menghadapi masalah seperti stunting, kemiskinan ekstrem, pernikahan dini dan lainnya. 

Acara dibuka dan ditutup oleh Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo. Di dalam sambutannya, Andre menyampaikan bahwa pembangunan manusia harus menjadi landasan pembangunan nasional termasuk NTT. Sebagai wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana, budaya tangguh bencana harus menjadi fondasi dalam seluruh program pembangunan. Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman budaya tangguh bencana di masyarakat mulai dari tingkat keluarga. Berbagai contoh perjuangan seorang perempuan dalam pelestarian lingkungan hidup di NTT dapat menjadi praktek baik yang dapat menjadi role model yang baik.

Asdep Andre menambahkan bahwa upaya Kemenko PMK dalam mensosialisasikan Kita Tangguh memerlukan dukungan seluruh pihak termasuk masyarakat. Diharapkan upaya ini dapat terus diperluas di seluruh Indonesia dan dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana termasuk peran perempuan sebagai agen perubahan budaya tangguh bencana di Indonesia.

Kontributor Foto:
Reporter: