Kemenko PMK Pantau Penyaluran BLTDD di NTT

Kupang (21/09)  – Pandemi Covid-19 membuat sektor ekonomi terdampak cukup parah. Daya beli masyarakat menurun lantaran terhmbatnya aktivitas peerekonomian, terutama di masyarakat pedesaan. 

Merespons hal tersebut, pemerintah sedari awal langsung melakukan upaya strategis dan massif lewat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD). BLTDD, yang notabene program dari Kementerian Desa di bawah koordinasi, saat ini telah memasuki tahap keenam. Pemerintah memastikan bahwa penyaluran BLTDD tepat sasaran dan langsung kepada warga yang membutuhkan. 

Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Mayjen (Purn) Dody Usodo, mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan penyalurannya hingga ke pelosok daerah dan ujung negeri Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa distribusi BLTDD terlaksana dengan baik. 

Hal itu diungkpapkannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur akhir pekan kemarin. “Saya kesini untuk memastikan bahwa program BLTDD terlaksana dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Dody melalui keterangan tertulisnya, Senin (21/9).  “Sebagai informasi, jumlah BLTD yang disalurkan per 16 September 2020 di NTT telah mencapai Rp546.111.000.000,” lanjut Dody. 

Dodi menjelaskan, BLTDD dikucurkan sebagai komitmen konkret pemerintah untuk membantu ekonomi masyarakat pedesaan. Pemerintah merespons dengan kebijakan prioritas alokasi dana desa bantuan langsung tunai bagi masyarakat terdampak.  “Terutama yang memang belum pernah menerima bantuan. Baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” tambah yang lama bertugas di NTT tersebut. 

Dody menjelaskan, pemanfaatan dana desa selain untuk BLTDD, dapat dimanfaatkan juga untuk peningkatan kapasitas berbentuk pengembangan SDM, yang menghasilkan pengembangan ekonomi lokal di desa ini dan kawasan disekitarnya. Begitu juga dengan adanya BUMDes dan BUMDESMa.  “Minimal berperan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dan kawasan dengan unit-unit usahanya yang melibatkan masyarakat setempat,” beber Dody. 

Dody berharap BLTDD dapat menjadi jaring pengaman di masa pandemi, sehingga dapat mengurangi kemungkinan masyarakat untuk jatuh miskin.  Dalam kesempatan itu, Dody juga mengingatkan tentang pentingnya 
Meningatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan. Selain rajin cuci tangan dan menjaga jarak, memakai masker terbukti menjadi aspek penting untuk menghalang penularan covid-19. “Untuk itu mari kita budayakan memakai masker dalam kegiatan sehari-hari kita karena selain menjaga diri dan keluarga kita, memakai masker itu keren!,” tutup Dody. (*)