KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital yang aman, inklusif, dan berdaulat melalui keterlibatan aktif dalam pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) nasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Kemenko PMK sebagai salah satu pemangku kepentingan kunci (key stakeholder) dalam Paket Kolaborasi #6: Kolaborasi Ekosistem Kecerdasan Artifisial Nasional pada forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026_ yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Jakarta, Senin (23/6).
DEAL 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, industri, akademisi, komunitas, dan mitra pembangunan untuk menyelaraskan arah kebijakan digital nasional. Forum ini hadir sebagai gerakan solidaritas lintas sektor guna mengatasi fragmentasi atau pendekatan silo dalam pemanfaatan teknologi digital, sekaligus memperkuat kolaborasi menuju transformasi digital yang terintegrasi.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan ekosistem digital nasional perlu dibangun melalui pendekatan 6C, yakni Compliance, Catalyst, Competency, Connection, Collaboration,dan Capacity. Menurutnya, enam pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Transformasi digital tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi lintas sektor agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Meutya.
Dalam forum tersebut, Kemenko PMK memperoleh apresiasi atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem AI nasional. Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Biro Digitalisasi dan Pengelolaan Data Kemenko PMK, Agung Gumilar T., yang mewakili Kemenko PMK sebagai salah satu institusi yang berperan aktif dalam kolaborasi lintas sektor pengembangan teknologi kecerdasan artifisial di Indonesia.
Partisipasi Kemenko PMK dalam Kolaborasi Ekosistem AI Nasional sejalan dengan tugas dan fungsi kementerian dalam mengoordinasikan pembangunan manusia dan kebudayaan, termasuk memastikan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Kemenko PMK mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya berorientasi pada inovasi dan efisiensi, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip etika, keamanan data, inklusivitas, serta perlindungan hak-hak masyarakat. Pengembangan AI diharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam mendukung layanan publik yang lebih efektif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing bangsa di era digital.
Ke depan, Kemenko PMK akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital nasional berjalan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia.