KEMENKO PMK -- Staf Ahli Bidang Sumber Daya Berkualitas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Katiman menegaskan pentingnya penguatan kemitraan internasional antara dunia pendidikan dan industri sebagai upaya mempercepat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berdaya saing global.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan Director General of Education Pemerintah Provinsi Guangxi di Nanning, Tiongkok, pada Rabu (29/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kemenko PMK mendorong penguatan kolaborasi yang telah terjalin melalui pendekatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan (demand driven), dengan memperbesar keterlibatan dunia industri dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kompetensi SDM.
"Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, sekaligus menghasilkan talenta yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Katiman.
Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan kerja sama pemanfaatan kecerdasan artifisial (_Artificial Intelligence_/AI) di bidang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi, termasuk pengembangan ruang digital yang aman bagi peserta didik.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang pembentukan pusat riset bersama berbasis AI serta pengembangan laboratorium AI melalui kolaborasi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Tiongkok.
Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Surat Keputusan Bersama Tujuh Menteri tentang Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI yang ditandatangani di Kemenko PMK sebagai upaya memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan.
Menanggapi berbagai potensi kerja sama tersebut, Director General of Education Pemerintah Provinsi Guangxi menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pembahasan teknis guna mempercepat implementasi berbagai program yang telah disepakati.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Beny Bandanadjaya, Staf Khusus Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Gufron Amirullah, Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia Ahyar M. Diah, Ketua Forum Pendidikan Vokasi se-Indonesia Dewa, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Guangxi, otoritas Technical and Vocational Education and Training (TVET), perguruan tinggi, dan politeknik di Provinsi Guangxi.