Kemenko PMK Dorong Percepatan Relokasi Masyarakat Pascabencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

KEMENKO PMK -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui Rapat Koordinasi yang digelar pada Selasa (24/2/2026).

Rapat koordinasi dipimpin oleh Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK, Monalisa Herawati Rumayar dan dimoderatori oleh Analis Kebijakan Ahli Madya, Hotman Sihite. Rapat dihadiri oleh Direktur Lahan dan PSU, Katim Dit. Bangkim Wil. II, dan Kepala Balai BP3K NTT Kementerian PKP, Kepala Balai BPJN KemenPU, Kepala Kantah Kab. Flores Timur dan Kabid PT Prov. NTT KemenATR BPN, BNPB, Asda I, Kadis PKPP, dan Kalaksa BPBD Kab. Flores Timur.

Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Monalisa Herawati Rumayar menegaskan bahwa percepatan relokasi masyarakat terdampak menjadi prioritas utama agar warga yang saat ini masih berada di hunian sementara dapat segera menempati hunian tetap.

"Ini sangat penting agar masyarakat yang berada di hunian sementara segera dapat dipindahkan ke hunian tetap yang aman dan layak," ujar Monalisa.

Percepatan relokasi masyarakat dilakukan melalui dua skema, yakni relokasi terpadu dan relokasi mandiri. Kepala Dinas PKPP Kab. Flores Timur melaporkan bahwa relokasi terpadu direncanakan pada tiga lokasi, yaitu Todo, Kuhe, dan Kur’eng. Lokasi Todo dan Kuhe telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati dan saat ini memasuki tahap pengadaan tanah. 

Namun demikian, masih terdapat perbedaan luas lahan antara SK penetapan lokasi Todo dengan hasil pengukuran Kantor Pertanahan BPN Flores Timur. Pemerintah Kabupaten Flores Timur akan segera melengkapi dokumen yang diperlukan untuk proses sinkronisasi dan ekspos di tingkat provinsi.

Kontributor Foto:
Reporter: