Kemenko PMK Dorong Penguatan Budaya Tangguh Bencana bersama BPBD Provinsi DIY

KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaksanakan pertemuan pembahasan rencana kerja sama penguatan budaya tangguh bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi D.I. Yogyakarta pada Rabu (25/2//2026) di Kantor BOBD Pusat BUMN PT Taman Wisata Candi di Kawasan Candi Prambanan. 

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana, Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo menuturkan pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana melalui pendekatan pembangunan manusia dan kebudayaan. Dalam kesempatan tersebut, Andre menyampaikan bahwa upaya pengurangan risiko bencana membutuhkan peran multipihak mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas budaya, media hingga masyarakat.

Kemenko PMK bersama BPBD Propinsi DIY turut membahas rencana rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta 2006, yang mencakup pendidikan dan pelatihan fasilitator kebencanaan, forum diskusi bersama perguruan tinggi, penguatan jejaring mitigator masyarakat, serta penyelenggaraan Gelar Budaya Tangguh Bencana. Kegiatan ini juga mengintegrasikan pelestarian kawasan cagar budaya dengan upaya mitigasi bencana mengingat tingginya aktivitas wisata dan nilai strategis kawasan budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, konsep kegiatan turut mendorong keterlibatan penyintas bencana melalui penyelenggaraan pasar penyintas sebagai ruang pemberdayaan ekonomi sekaligus penguatan memori kolektif masyarakat terhadap pengalaman kebencanaan. 

“Momentum 20 tahun Gempa Yogyakarta menjadi refleksi bersama untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat agar kesadaran terhadap risiko bencana terus terbangun,” tambah Asdep Andre. 

Kemenko PMK menegaskan bahwa kolaborasi multipihak merupakan kunci dalam membangun budaya tangguh bencana secara berkelanjutan. Melalui koordinasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, diharapkan kesiapsiagaan nasional terhadap bencana semakin meningkat serta mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang tangguh dan berdaya.

Kontributor Foto:
Reporter: