Semangat Bela Negara Harus Tercermin dalam Budaya Kerja ASN BerAKHLAK

KEMENKO PMK -- Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki posisi strategis sebagai representasi kehadiran negara sekaligus potensi kekuatan nasional dalam mendukung ketahanan negara. Karena itu, semangat Bela Negara perlu diwujudkan melalui karakter disiplin, integritas, kesiapsiagaan, serta komitmen memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Penguatan semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Senin Bersinergi (SENERGI) bertema "Menggelorakan Semangat Bela Negara sebagai Implementasi Budaya Kerja ASN BerAKHLAK dalam Menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia" di Ruang Heritage, Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Sekretaris Kemenko PMK Imam Machdi menyampaikan, Bela Negara tidak semata-mata dimaknai dalam konteks peperangan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari, mulai dari membangun disiplin, menjaga integritas, hingga memberikan kontribusi terbaik melalui pelaksanaan tugas sebagai ASN.

Ia menegaskan, ASN di Kemenko PMK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya melalui perumusan kebijakan serta pelaksanaan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.

"Mari kita gelorakan semangat bela negara sebagai implementasi ASN berakhlak. Kita sebagai ASN wajib membela negara, wajib memberikan kontribusi bagi rakyat Indonesia. Wajib mengisi pembangunan manusia dan kebudayaan," tegasnya.

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kabacadnas Kemhan RI) Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema menyampaikan, ASN memiliki posisi strategis karena tersebar dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, sehingga menjadi salah satu representasi kehadiran negara.

Gabriel menjelaskan, semangat Bela Negara memiliki keterkaitan erat dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK. Lima nilai Bela Negara, yaitu cinta Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal Bela Negara, dapat diwujudkan melalui perilaku ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari.

"Lima nilai Bela Negara menjadi fondasi utama, sementara BerAKHLAK merupakan instrumen operasional untuk mewujudkan dan melaksanakan tugas birokrasi ASN sehari-hari," jelas Gabriel.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat tercermin melalui perilaku kerja ASN BerAKHLAK yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Dengan demikian, Bela Negara tidak berhenti sebagai pemahaman konseptual, tetapi menjadi bagian dari karakter dan budaya kerja ASN.

Gabriel juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Kemenko PMK dan ASN yang telah berpartisipasi dalam program Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan Aparatur Sipil Negara (Komcad ASN). Menurutnya, penguatan karakter dan kapasitas ASN melalui program tersebut turut memperkuat ketahanan negara.

"Ketika ASN diperkuat sebagai Komcad, negara Indonesia ikut diperkuat. Ketika ASN diperkuat dengan karakter disiplin, etos kerja yang baik, toleransi, dan siap melayani dalam situasi dan kondisi apa pun, kepercayaan masyarakat terhadap negara akan semakin kuat karena ASN merupakan bagian dari representasi negara," ujarnya.

"Saya mengucapkan terima kasih pada keluarga besar Kemenko PMK dan ASN yang telah kontribusi dalam program Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan," imbuhnya.

Setelah sesi SENERGI penguatan nilai Bela Negara dan budaya kerja ASN BerAKHLAK, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Sejumlah perlombaan dilakukan, yaitu tebak kata dan suit beregu, diikuti oleh pegawai Kemenko PMK bersama Dharma Wanita Persatuan Kemenko PMK. Perlombaan tersebut juga menjadi simulasi sederhana penerapan nilai BerAKHLAK, khususnya nilai Kolaboratif, melalui kerja sama, komunikasi, dan kekompakan antarpeserta.

Kegiatan SENERGI dan perlombaan tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong, kekompakan, dan rasa kebangsaan dalam menyambut peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kontributor Foto:
Reporter: