Menko PMK Membuka Pekan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Jakarta (22/09) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Mahasiswa dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Muhadjir Effendy berkesempatan untuk membuka Pekan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun akademik 2020-2021 via daring dari Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (22/9/20). Tak hanya membuka secara resmi, Muhadjir juga menjadi pemateri kuliah umum bagi para mahasiswa baru UMM. 

Muhadjir mengungkapkan, dirinya merupakan sosok yang tidak bisa dipisahkan dengan UMM dan merasa terharu bisa memberikan pemaparan meski via daring. Situasi Covid-19 memaksa semua elemen masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk yang dilakukan saat ini. Untuk itu, di awal pemaparan, Muhadjir mengajak kepada seluruh civitas akademika UMM yang hadir untuk mendoakan Presiden Jokowi dalam ikhtiar mengatasi Pandemi Covid-19. 

“Saat ini pemerintah tengah bekerja keras untuk segera menghadirkan vaksin yang bisa mengatasi Covid-19. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mematuhi protokol dengan memakai masker, rajin mencuci tangah, jaga jarak dan tidak berkerumun,” imbuhnya.  Kepada mahasiswa baru, Muhajdir meminta untuk tidak manja. “Tidak ada yang bisa menentukan masa depan saudara, jika tidak ditentukan oleh diri sendiri. Jangan bergantung kepada siapapun termasuk kepada orangtua. Jangan manja, ingat, itu adalah racun, sehingga kalian lupa, bahwa masa depan ada di tangan kalian,” tegas Muhadjir. 

Lebih lanjut Muhadjir memaparkan, mahasiswa haru memiliki lima hal penting yang harus ditanamkan selama menempa ilmu di kampus yang disebut 5C. Yakni, Critical Thinking, Communication, Colaboration, Creative dan yang terakhir Caracter. Dirinya berharap, dari UMM akan lahir para pemimpin - pemimpin yang handal di masa mendatang. “Namun yang harus diketahui, sebelum menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang, belajarlah untuk memimpin diri sendiri. Tidak akan bisa memimpin sebuah bangsa jika orang tersebut gagal dalam memimpin dirinya sendiri,” jelasnya. 

Tak hanya itu, Muhadijir juga tidak lupa mengajak para mahasiswa baru untuk bermimpi sebesar besarnya. UMM tidak melarang para mahasiswa untuk menjadi seorang presiden, ilmuan, pengusaha bahkan ulama sekalipun. “Jangan sekali kali bermimpi kecil, bermpimpilah yang besar. UMM bisa menjadi univeristas terbaik di Jawa Timur selama 12 tahun merupakan mimpi pendahulu kita. Jangan merasa puas dengan apa yang telah dicapai, terus bekerja keras dalam menggapai cita-cita. 
Ingat, waktu kalian sangat mahal dan takkan terulang,” terangnya. 

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr.Fauzan M.Pd menyambut hangat bergabungnya mahasiswa baru di Jas Merah Kampus Putih. Menurut Fauzan, UMM memiliki tanggungjawab, tidak hanya menghantarkan peserta didik untuk menjai sarjana. “Yang lebih penting adalah menhantarkan adik-adik menjadi pemimpin bangsa.  Saudara harus menunjukan karakter jujur, kerja keras, dan optimis. Karena pemilik karakter itulah yang akan merebut kemenangan di masa mendatang,” katanya. Mahasiwa, lanjut Fauzan, harus berfikir di atas rata-rata agar bisa mengeksplorasi segala kemampuan, agar bisa menjadi leader di masa yang akan datang. “Jangan sia siakan amanah dari orangtua. Sekali lagi saya ucapkan selamat datang para mahasiswa baru di UMM. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi kita semua,” tandasnya. (*)