KEMENKO PMK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa percepatan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas dalam penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi (15/8).
Hal tersebut disampaikan Menko PMK saat meninjau dapur umum dan lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar dan layanan kesehatan, berjalan cepat dan efektif di lapangan.
Menko PMK mengatakan, pembentukan satuan tugas (Satgas) menjadi penting untuk mempercepat pendataan masyarakat terdampak, termasuk warga yang mengungsi secara mandiri di berbagai lokasi. Satgas juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta jajaran pemerintahan hingga tingkat kecamatan dan desa.
"Kita memperkuat pembentukan Satgas di sini. Dengan Satgas, kita bisa melakukan pendataan secara cepat. Karena titik pengungsian bukan hanya di sini, tetapi juga di tempat-tempat lain dan kita juga harus mendeteksi pengungsi mandiri," ujar Pratikno.
Menko PMK menjelaskan bahwa bantuan mulai berdatangan dan dukungan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terus diperkuat. Selain dukungan logistik dan tenda pengungsian, pelayanan kesehatan juga ditingkatkan melalui dukungan ambulans dan tambahan tenaga dokter.
"Yang penting sekarang adalah bagaimana kebutuhan warga sehari-hari bisa dipenuhi. Layanan kesehatan, ambulans, dan dokter tambahan juga sudah mulai masuk," katanya.
Menko PMK menekankan bahwa penanganan di lapangan harus dilakukan secara terpadu dan sinergis dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Kecepatan pelayanan kepada masyarakat menjadi kunci pada tahap tanggap darurat, sebelum pemerintah memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Satgas dibentuk bersama kepala daerah, Dandim, Kapolres secara sinergis dengan relawan dan BPBD. Semuanya bersinergi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Pelayanan masyarakat secepat-cepatnya diberikan, setelah itu berbicara rehabilitasi dan rekonstruksi," tegasnya.
Sebelum meninjau lokasi pengungsian, Menko PMK juga mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Bupati Manggarai yang turut terdampak gempa. Di tengah situasi bencana, momentum kemerdekaan menjadi penguat semangat masyarakat dan seluruh unsur penanganan bencana untuk bangkit dan memulihkan kehidupan bersama.
Pemulihan pascagempa tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi seperti sebelum bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kembali infrastruktur, memperkuat sistem pelayanan, serta memulihkan kehidupan masyarakat agar lebih baik, lebih kuat, dan lebih aman.