Menko PMK: SDM Unggul Dimulai dari Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak

Pemerintah Bangun SDM Unggul dengan Prinsip No One Left Behind sekaligus Globally Competitive

KEMENKO PMK -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan tangguh sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Salah satu upaya strategis yang terus diperkuat pemerintah adalah melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) sebagai fondasi membangun generasi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Menko PMK dalam Konferensi Pers Pemerintah mengenai Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Program Prioritas serta Penguatan Perlindungan Anak Nasional di Auditorium Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Jakarta, Rabu (22/7/2026), menjelang peringatan Hari Anak Nasional 2026.

Mengawali keterangannya, Menko PMK mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum tersebut sebagai penguat komitmen dalam menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak agar dapat tumbuh sehat, berkembang optimal, serta meraih cita-citanya.

Menko PMK menegaskan bahwa komitmen Presiden dalam membangun SDM unggul tercermin melalui berbagai program prioritas nasional, mulai dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis, pembangunan rumah sakit di berbagai daerah, percepatan penurunan stunting, eliminasi tuberkulosis dan kusta, hingga pemerataan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta pengembangan Sekolah Unggul Garuda.

"Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk penyiapan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang berada pada desil 1 dan desil 2 dijamin aksesnya. Di saat yang sama kita juga menyiapkan SDM yang kompetitif melalui Sekolah Unggul Garuda dan kerja sama perguruan tinggi dengan universitas-universitas terbaik dunia. _No one left behind sekaligus globally competitive_. Dua hal itu kita lakukan secara bersamaan dalam pengembangan SDM," ujar Pratikno.

Menko PMK mengatakan, selain memastikan anak memperoleh layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan yang berkualitas, pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap pelindungan anak melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA). Menurutnya, pembangunan SDM tidak hanya diukur dari kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental, sosial, dan spiritual anak.

"Oleh karena itu kami sangat serius membangun ruang aman dan nyaman untuk anak," tegasnya.

Menko PMK menjelaskan, pembangunan SDM unggul tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan layanan kesehatan dan pendidikan, tetapi juga oleh lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, anak yang terlindungi dari kekerasan, memiliki kesehatan mental yang baik, serta tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang akan lebih mampu belajar, mengembangkan potensi, dan menjadi generasi yang unggul di masa depan.

Karena itu, pemerintah menjalankan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) melalui empat pilar utama. _Pertama_, Pilar Keluarga, melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SatuJamKu) yang mendorong keluarga mengurangi screen time dan meningkatkan interaksi langsung (from screen time to green time) sebagai upaya memperkuat kedekatan orang tua dan anak.

Pilar keluarga juga diperkuat melalui sinergi layanan program pengasuhan lintas kementerian, seperti Taman Penitipan Anak (TPA) dari Kemendikdasmen dan Taman Anak Sejahtera (TAS) dari Kementerian Sosial, dengan standar layanan pengasuhan Taman Asuh Ceria (TARA) dari Kementerian PPPA, serta program penguatan tenaga pengasuh Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dari Kemendukbangga/BKKBN, disertai pembentukan Satuan Tugas Penguatan Tata Kelola Layanan Pengasuhan Sementara. 

_Kedua_, Pilar Satuan Pendidikan, dengan memperkuat ruang aman dan nyaman di lingkungan pendidikan melalui implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, pelaksanaan MPLS Ramah, penguatan pelindungan anak di madrasah dan pesantren melalui program MATA MUDA dan MATA SANTRI, serta penerapan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) secara bijak di lingkungan pendidikan. 

_Ketiga_, Pilar Ruang Publik, memperluas ruang aman di ruang publik melalui kolaborasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah, termasuk kerja sama dengan asosiasi pemerintah daerah, agar setiap daerah menghadirkan kebijakan dan fasilitas publik yang ramah anak.

_Keempat_, Pilar Ruang Digital, memperkuat pelindungan anak di ruang digital melalui implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS), penguatan kesehatan jiwa anak secara terintegrasi melalui SKB 9 Kementerian/Lembaga untuk menangani kesehatan jiwa anak secara terintegrasi (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif), dan mekanisme respons cepat apabila terjadi kekerasan terhadap anak.

Menko PMK juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan apabila menemukan atau mengalami kekerasan terhadap anak. Pemerintah telah menyiapkan berbagai kanal pengaduan dan respons cepat, antara lain SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, Layanan Telepontren Kemenag 0822-2666-1854, layanan pengaduan KPAI, Aduan Konten Kementerian Komunikasi dan Digital, serta layanan kesehatan mental dan pelayanan sosial dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Sosial.

"Mari kita sama-sama menjamin ruang yang aman dan nyaman bagi anak, karena inilah fondasi pertama agar anak dapat tumbuh sehat secara fisik, mental, sosial, dan spiritual. Dengan fondasi itu, anak-anak dapat belajar lebih fokus, mengembangkan potensinya menjadi SDM yang unggul, tangguh, dan kompetitif untuk menyiapkan Indonesia Emas 2045," pungkas Pratikno.

Kontributor Foto:
Reporter: