KEMENKO PMK -- Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Andre Notohamijoyo mendorong penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam meningkatkan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko bencana, termasuk bencana nonalam.
Hal tersebut disampaikan Andre dalam kunjungan kerja ke BPBD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 20 Agustus 2026 dan BPBD Kabupaten Bantul pada 21 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Menurut Andre, penguatan literasi kebencanaan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana agar mampu mengenali ancaman, melakukan langkah pencegahan, serta merespons kondisi darurat secara tepat. Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat dan daerah.
Dalam konteks menghadapi bencana nonalam, kesiapsiagaan daerah perlu diperkuat untuk menghadapi wabah, epidemi, Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, hingga kedaruratan kesehatan masyarakat. Pengalaman pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa bencana nonalam dapat berdampak luas terhadap kesehatan, sosial, ekonomi, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
“Kesiapsiagaan daerah perlu didukung melalui penguatan sistem deteksi dan respons dini, kapasitas sumber daya manusia, koordinasi lintas sektor, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Sinergi antara BPBD, perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting agar respons terhadap ancaman bencana nonalam dapat dilakukan secara cepat dan terpadu," ujar Andre.
Menurutnya, penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan oleh satu sektor. Koordinasi antarpemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar potensi risiko dapat diidentifikasi lebih awal dan langkah penanganan dapat dilakukan secara terintegrasi.
Kunjungan yang masing-masing diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DIY dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul. Kunjungan ke BPBD Provinsi DIY dan BPBD Kabupaten Bantul juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan serta kesiapan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana. Hasil koordinasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret untuk memperkuat kapasitas daerah dalam pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan kedaruratan kesehatan.
Melalui penguatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana nonalam, Kemenko PMK bersama pemerintah daerah berkomitmen membangun masyarakat yang semakin tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan serta keberlangsungan kehidupan masyarakat tetap terjaga.