KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur, pada Senin (26/10/2026).
Agenda tersebut dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, perwakilan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, dan kader masyarakat setempat.
Selain meninjau praktik pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan lingkungan produktif di RT 08/RW 04, rangkaian kegiatan turut diisi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), bazar UMKM warga, dan penyaluran bantuan sosial.
Dalam peninjauan tersebut, Deputi yang akrab disapa Lisa tersebut menegaskan bahwa Kampung KB harus berkembang sebagai ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata, bukan sekadar wadah administratif.
“Kampung KB harus menjadi ekosistem pembangunan keluarga yang hidup di tengah masyarakat. Keberhasilannya dapat dilihat dari perubahan kualitas hidup keluarga, meningkatnya partisipasi masyarakat, serta tumbuhnya kemandirian dan kepedulian sosial,” ujar Deputi Lisa.
Ia melanjutkan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan pendekatan terpadu yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, hingga penguatan ekonomi.
“Keluarga yang tangguh tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan antaranggota keluarga, lingkungan yang mendukung, dan akses terhadap layanan dasar. Karena itu, pembangunan keluarga membutuhkan pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan,” jelasnya.
Guna menopang pendekatan terpadu tersebut, Deputi Lisa juga mendorong pentingnya orkestrasi lintas sektor agar potensi yang ada di tingkat bawah dapat terhubung langsung dengan dukungan kebijakan pemerintah.
“Kemenko PMK mendorong orkestrasi, sinergi, dan mobilisasi lintas sektor agar potensi yang ada di masyarakat dapat terhubung dengan dukungan kebijakan, layanan, dan sumber daya yang diperlukan. Praktik baik di Malaka Jaya menjadi pembelajaran untuk mengembangkan pembangunan keluarga berbasis komunitas sesuai karakteristik dan kebutuhan wilayah,” tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal keberlanjutan inisiatif warga di tingkat lapangan.
“Praktik baik yang tumbuh dari inisiatif warga perlu terus didukung dan dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, kader, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, program yang dijalankan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui dialog bersama kader dan pengurus wilayah, kegiatan ini merumuskan sejumlah langkah strategis ke depan, meliputi pendampingan lansia, perluasan akses pasar produk warga, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga penguatan keharmonisan keluarga melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SatuJamKu).
Melalui pemantauan ini, Kemenko PMK memastikan pemerintah terus menguatkan koordinasi dan integrasi kebijakan pembangunan keluarga, sehingga praktik baik di Kelurahan Malaka Jaya dapat direplikasi secara meluas untuk meningkatkan ketahanan keluarga di berbagai wilayah Indonesia.