KEMENKO PMK -- Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Andre Notohamijoyo memimpin rapat pembahasan rencana kerja sama antara Kemenko PMK dengan PT Taman Wisata Candi guna memperkuat pengurangan risiko bencana di kawasan cagar budaya, pada Senin (9/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi strategis kedua pihak yang akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman sebagai payung kerja sama, sekaligus mendorong penguatan budaya tangguh bencana melalui program unggulan Kemenko PMK, "Kita Tangguh".
Dalam rapat tersebut, Andre Notohamijoyo menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana secara berkelanjutan, khususnya di kawasan cagar budaya yang memiliki tingkat kerentanan tertentu.
Menurutnya, kawasan Candi Prambanan berada di wilayah yang berdekatan dengan Sesar Opak sehingga memiliki potensi kerentanan terhadap gempa bumi.
"Oleh karena itu, penguatan memori kolektif masyarakat terkait kebencanaan menjadi penting agar masyarakat di sekitar kawasan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik," ujar Asdep Andre.
Rapat juga dihadiri perwakilan PT Taman Wisata Candi antara lain Pgs Corporate Secretary Group Head/Head of Legal Destantiana Nurina, Operation & HSSE Group Head IDM Leonardus Aditio Nugroho, serta CSR Group Manager Ismi.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa penyusunan nota kesepahaman perlu dilakukan terlebih dahulu sebagai payung hukum sebelum dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang lebih teknis. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan edukasi kebencanaan, diseminasi informasi, serta pelibatan masyarakat di sekitar kawasan cagar budaya.
Program" Kita Tangguh" sendiri menekankan peningkatan literasi kebencanaan masyarakat, pemanfaatan informasi kebencanaan berbasis digital, serta pembentukan agen-agen masyarakat yang memiliki kapasitas dalam menyebarluaskan informasi dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayahnya masing-masing.
Selain itu, kedua pihak juga membahas penyusunan rencana kerja, timeline kegiatan, serta skema kolaborasi program yang dapat mengintegrasikan berbagai inisiatif edukasi yang telah dijalankan oleh PT Taman Wisata Candi dengan program penguatan ketangguhan masyarakat dari Kemenko PMK.
Melalui koordinasi ini, Kemenko PMK berharap sinergi dengan PT Taman Wisata Candi dapat memperkuat upaya edukasi kebencanaan sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan cagar budaya sebagai warisan penting bangsa. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi model penguatan budaya tangguh bencana yang melibatkan pemerintah, pengelola kawasan budaya, dan masyarakat secara bersama-sama.