Generasi Muda Perlu Penguatan Karakter Adaptif

KEMENKO PMK -- Era revolusi industri 4.0 telah banyak mengubah berbagai aspek kehidupan, terutama yang berkaitan dengan teknologi. Generasi muda khususnya perlu dibekali penguatan pendidikan karakter yang dapat menyesuaikan atau beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Staf Khusus Menko PMK) Ravik Karsidi mengatakan bahwa setidaknya 35% keterampilan yang selama ini diajarkan di sekolah akan mulai tergerus dan tidak terpakai. Beberapa jenis pekerjaan akan hilang dan muncul pekerjaan berteknologi digital.

"Sekarang ini sebetulnya sedang terjadi pertempuran peradaban. Namun yang paling penting kuncinya adalah adaptif," ujar Ravik saat menjadi pembicara Seminar Nasional Kepanduan Hizbul Wathan dengan tema Penguatan Karakter Kepanduan Hizbul Wathan dalam peran Ke-Indonesiaan di Ballroom Hotel Sahid Jaya Solo, Sabtu (6/11).

Menurut mantan Rektor Universitas Sebelas Maret, generasi muda perlu dibekali penguatan karakter yang adaptif. Misalnya karakter yang sesuai dengan konteks zaman sekarang seperti kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan berteknologi digital.

Meskipun dalam implementasinya, jelas Ravik, karakter adaptif itu juga harus tetap mengutamakan nilai-nilai atau esensi seperti akidah, mental dan fisik, serta tetap berakhlakul karimah.

"Pendidikan kepanduan yang ada di Hizbul Wathan dan Muhammadiyah juga perlu diubah, direvitalisasi disesuaikan dengan konteks zaman sekarang," cetusnya.

Organisasi seperti Muhammadiyah atau dalam hal ini Hizbul Wathan dinilai memiliki tugas sebagai filter sistem sesuai ajaran Islam. Dalam penguatan karakter adaptif bagi generasi muda, yang perlu direvitalisasi adalah model pendidikannya yaitu sistemnya dan bukan nilainya.

"Katakter kemandirian, integritas, religiusitas, jujur, kompeten, ini adalah yang penting ditanamkan melalui pendidikan karakter. Di samping yang utama juga ingin saya tegaskan adalah aktualisasinya seperti apa karena kalau karakter adaptif ini tidak diaktualisasikan akan hilang karena derasnya pertempuran budaya dan ideologi," tandas Ravik.*

Kontributor Foto:
Reporter: