Doa Perawat Untuk Negeri

Jakarta (15/09) - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional (PPPNI) Indonesia besama Satuan Tugas Penganganan Covid-19 Nasional menggelar live streaming bertajuk “Doa Perawat Untuk Negeri”, Selasa (15/9/20). Acara tersebut dalam rangka doa bersama untuk keselamatan seluruh perawat dan tenaga kesehatan se-Indonesia. Kegiatan yang digelar tersebut juga mengundang seluruh tokoh agama tanah air untuk berdoa bersama. 


Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, berdasarkan data penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR) dari Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) jumlah total perawat di Indonesia dari tahun 2012-2020 sebanyak 942.909 orang. 


“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami kembali. Semua kehidupan yang ada di dunia akan mati. Begitu juga dengan manusia. Manusia juga tidak akan terlepas dari berbagai cobaan atau musibah selama di kehidupannya,” paparnya. Masih kata dia, perawat merupakan profesi tenaga kesehatan yang dalam pelaksanaan pelayanannya berinteraksi langsung dengan pasien selama 24 jam. 


Sebagai perawat profesional, lanjut Muhadjir, dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, perawat harus mampu melaksanakan kedelapan elemen peran perawat yaitu sebagai pemberi asuhan keperawatan, advokasi, konselor, pendidik, koordinator, kolaborator, konsultan dan sebagai pembawa perubahan. “Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 masih bertambah setiap hari. Per 14 September 2020 jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19: 221.523, sembuh: 158.405, kasus aktif dalam perawatan: 54.277 dan meninggal: 8.841,” imbuhnya. Peran perawat, masih kata dia, sangat penting dalam percepatan penanganan  COVID-19, baik dalam upaya promotif dan preventif  di masyarakat maupun  upaya kuratif kepada pasien di rumah sakit.

Selama penanganan COVID-19, telah banyak tenaga kesehatan yang wafat dalam tugasnya termasuk perawat dimana sampai dengan tanggal 14 September jumlah perawat yang wafat sebanyak 78 orang. “Dalam hal ini saya secara pribadi dan atas nama Kemenko PMK menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya para perawat yang telah mengabdikan diri dalam upaya penaganan COVID-19. Selain itu apresiasi yang setinggi-tingginya disampaikan juga kepada para perawat yang sampai saat ini berjuang bersama memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dalam upaya percepatan penanganan COVID-19 di fasilitas pelayanan  kesehatan,” tutur dia. 


Menurut Muhadjir, doa bersama ini bertujuan untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semua senantiasa diberikan kekuatan dan mampu melawan Pandemi COVID-19. “Semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa memudahkan langkah kita dan melindungi kita semua,” pungkasnya. 


Hadir dalam live streaming tersebut,  Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K), Ustadz H. Abdullah Gymnastiar, Taufiq Ismail, Dr. Puan Maharani, S.I.Kom, H. Bambang Soesatyo, S.E., M.B.A, Erick Thohir, B.A., M.B.A, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P dan seluruh tokoh agama di Indonesia

Kontributor Foto: