KEMENKO PMK — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memulai rangkaian kegiatan puncak Peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMAN 1 Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya tangguh bencana sekaligus membangun kembali memori kolektif masyarakat terhadap peristiwa Gempa Yogyakarta 2006. Selain itu, kegiatan juga mendukung penguatan program flagship “Kita Tangguh” melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana yang diikuti pelajar, tenaga pendidik, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan penanggulangan bencana. Materi yang diberikan meliputi budaya tangguh bencana, potensi ancaman gempa bumi, prosedur penyelamatan dan evakuasi saat gempa, serta sistem pelaporan kebencanaan melalui platform Jogja Digdaya.
Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah agar memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
“Melalui SPAB, kita tidak hanya melindungi ekosistem sekolah hari ini, tetapi juga sedang membentuk dan melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap risiko bencana di masa depan,” ujar Andre.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi pendidikan kebencanaan ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler guna membangun budaya sadar bencana sejak dini.
Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko InJourney Destinations, Indung Purwita Jati, menyampaikan komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan kapasitas kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui pelatihan dan edukasi kebencanaan bagi warga sekolah.
Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikdasmen, Herdiana, yang mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selaku Kepala Sekretariat Nasional SPAB, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang tangguh menghadapi bencana.
Kegiatan SPAB juga diisi dengan diskusi interaktif terkait evaluasi implementasi SPAB serta pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang memiliki komitmen dalam pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Kemenko PMK dengan PT Taman Wisata Candi Prambanan dan Ratu Boko InJourney Destinations. SMAN 1 Kalasan menjadi sekolah ke-10 yang mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan bencana dari PT TWC sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas warga sekolah menghadapi situasi darurat dan risiko bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Deputi PAUD dan Pendidikan Dasar Kemenko PMK Ivan Syamsurizal, Staf Ahli Bupati Bantul Yulius Suharta, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DIY Agustinus Ruruh Haryata, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY Muhammad Setiadi, Country Director Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) Indonesia Rakyan Adibrata, serta Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Kalasan Aris Widaryanti.