KEMENKO PMK – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan peran keluarga dalam pengasuhan anak di tengah tantangan era digital melalui Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (#SatuJamKu).
Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Kajian Kuliah Ramadhan dan Seminar Parenting di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Kamis (5/3).
Dalam paparannya, Indri menekankan pentingnya membangun keluarga berkualitas melalui kemitraan yang seimbang antara ayah dan ibu dalam pengasuhan anak atau co-parenting. Menurutnya, pengasuhan yang dilakukan bersama oleh kedua orang tua memberikan dampak positif bagi perkembangan anak, baik dari sisi emosional, sosial, maupun pembentukan karakter.
“Ketahanan keluarga akan semakin kuat ketika ayah dan ibu menjalankan peran pengasuhan secara bersama. Anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perhatian, kedekatan emosional, dan teladan dari kedua orang tuanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keluarga yang kuat merupakan fondasi penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Dari keluarga yang sehat secara fisik dan mental, berkualitas dalam nilai dan karakter, serta adaptif terhadap perubahan zaman, akan lahir generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Indri juga menyoroti tantangan keluarga di era digital, terutama terkait meningkatnya penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, orang tua perlu menghadirkan interaksi yang lebih bermakna agar hubungan emosional dengan anak tetap terjaga.
Melalui Seminar Parenting bertema “Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Anak Berkualitas Sejak Dini”, Indri mengingatkan bahwa orang tua tidak hanya dituntut hadir secara fisik, tetapi juga memberikan pendampingan emosional dan edukatif dalam proses tumbuh kembang anak di tengah lingkungan yang semakin terhubung dengan teknologi digital.
Dalam kegiatan tersebut, ia juga mensosialisasikan Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (#SatuJamKu) sebagai langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga untuk memperkuat interaksi orang tua dan anak. Gerakan ini mengajak keluarga meluangkan waktu setidaknya satu jam setiap hari untuk berinteraksi tanpa distraksi gawai.
Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas seperti berdialog, membaca bersama, bermain, berolahraga, maupun beribadah bersama. Gerakan #SatuJamKu diawali melalui kegiatan Ramadhan Ramah Anak dan diharapkan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan keluarga.
“Interaksi sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memperkuat kedekatan emosional dalam keluarga serta menjadi ruang penting dalam menanamkan nilai agama, moral, dan karakter kepada anak,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, orang tua murid TPA turut berkomitmen untuk melaksanakan Gerakan #SatuJamKu guna mempererat interaksi positif antara orang tua dan anak.
Melalui penguatan peran keluarga, pemerintah berharap dapat mendorong lahirnya generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Kegiatan Kajian Kuliah Ramadhan dan Seminar Parenting ini dihadiri oleh Rektor IIQ Jakarta Assoc. Prof. Dr. Hj. Nadjematul Faizah, S.H., M.Hum., Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IIQ Jakarta Dr. Hj. Muzayyanah, MA., Kaprodi PIAUD IIQ Jakarta Dr. Hasanah, M.Pd., para dosen dan mahasiswa, civitas akademika IIQ Jakarta, perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta orang tua murid TPA RQ. Kegiatan tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube IIQ Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Kemenko PMK dan IIQ Jakarta.