Oleh humas on November 16, 2019

Foto : 

  • Deputi 6

Jakarta (15/11) -- Pembangunan keluarga berkualitas yang berketahanan dan berkesejahteraan dapat diintervensi sejak dini melalui pembekalan tentang ilmu dan pengetahuan berkeluarga. Pemerintah telah memulai pembekalan ini sejak lama melalui Program Kursus Calon Pengantin, kemudian berubah nama menjadi Bimbingan Pra Nikah, dan sekarang menjadi Bimbingan Perkawinan.
Program Bimbingan Perkawinan memiliki sasaran awal para calon pengantin, kemudian diperluas sasarannya kepada para remaja dan para pasangan yang sudah menikah. Karena sejatinya ilmu berkeluarga tidak hanya diberikan pada calon pengantin saat akan menikah, melainkan juga seharusnya kepada para remaja sebagai pengetahuan sebelum memutuskan untuk menikah. Termasuk kepada para pasangan pada saat proses masa nikah itu sendiri.

Untuk lebih memperluas diseminasi informasi tentang bimbingan perkawinan, maka pemerintah berencana meluncurkan sebuah website yang berisi materi baik tulisan maupun media visual tentang bimbingan perkawinan. Dengan harapan bimbingan perkawinan dapat diakses dimana saja,. Sebagai langkah awal pemerintah menyusun pondasi keluarga yang berkualitas demi pembangunan manusia Indonesia sesuai nawacita Presiden.

Website Bimbingan Perkawinan sendiri berisi beberapa fitur seperti Temukan KUA-mu, Syarat Daftar Nikah, Bimwin Yuks, Bimbingan, Inspirasi, dan Curhat. Khusus dalam fitur Inspirasi, kita akan menemukan banyak artikel lintas K/L terkait penyiapan berkeluarga seperti artikel tentang kesehatan reproduksi dari Kemenkes, Pencegahan KDRT dan Kekerasan terhadap perempuan dan anak diKPPPA. Ada juga kiat orang tua membangun keharmonisan dengan remaja dari Kemendikbud, Survei kesiapan anda untuk menikah dari BKKBN yang hasilnya menggambarkan apakah responden sudah siap nikah atau belum, dan artikel lainnya baik lintas substansi K/L maupun lintas Agama..

Sebagai sebuah alternatif, website bimbingan perkawinan diharapkan dapat menjembatani kendala pelaksanaan bimbingan perkawinan di lapangan, mulai dari anggaran, jumlah fasilitator, dan pemberian izin mengikuti bimbingan dari pihak pemberi kerja. Website bimbingan perkawinan akan lebih memperluas cakupan akses, baik dari sisi wilayah, dan keberagaman penduduk yang berbeda suku, agama, ras, dan golongan. Website bimbingan perkawinan dari kita untuk kita demi masa depan Pembangunan Manusia Indonesia maju SDM unggul.
 

Reporter: 

  • Deputi 6

Editor: 

  • Ponco Suharyanto