Oleh humas on December 13, 2019

Pandeglang (11/12) –Gugus Tugas Revolusi Mental (GTRM) Kemenko PMK melalui tim GT PMK Bersatu memberikan bantuan kepada warga terdampak gelombang tsunami di Kecamatan Sumur, Banten. Bantuan hasil sumbangan pegawai Kemenko PMK ini diserahkan langsung oleh Koordinator GT PMK Bersatu, Herbert Siagian. 

Pemberian bantuan tersebut berlangsung pada tanggal 11 Desember 2019 di Kantor Desa Sumberjaya, Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, Herbert menyerahkannya langsung kepada Kepala Desa Sumberjaya, Siti Wahyuni dan disaksikan oleh para pendamping Desa, tokoh masyarakat dan warga desa.“Silahkan Ibu Kepala Desa dengan sumbangan solidaritas pegawai ini dapat digunakan dengan baik, untuk membantu modal usaha kerajinan masyarakat terdampak bencana atau untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. Ini kami atas nama pegawai Kemenko PMK menyerahkannya dan dapat diterima dengan baik," Herbert menyampaikan.

Kepada jajaran Kemenko PMK, Kepala Desa Sumberjaya mengungkapkan,.dahulu Desa Sumberjaya merupakan pintu akses penyeberangan menuju obyek wisata ke pulau umang, pulau oar, pulau mangir, dan pulau eksotis lainnya di selat sunda. Kondisi itu, telah memberikan pendapatan bagi Desa melBUMDes. "Sejak tsunami, banyak kapal pecah dan hancur, tetapi kami tetap harus bangkit," ujarnya dengan mimik sedih.

Apa yang dikatakan Siti Wahyuni bukan tanpa alasan. Selama ini wilayah Sumberjaya kerap dijuluki Sunset of Java. Kecamatan Sumur yang terletak di ujung barat Pulau Jawa terdiri dari 7 Desa dan merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Dahsyatnya gelombang tsunami di Selat Sunda pada bulan Desember 2018 menyebabkan Kecamatan Sumur menjadi daerah terparah yang terdampak gelombang tsunami Selat Sunda. Desa Sumberjaya merupakan Desa yang membentang panjang sepanjang garis pantai dan menjadi Desa terparah terdampak tsunami.

Bantuan sumbangan solidaritas pegawai Kemenko PMK juga akan digunakan pemanfaatannya oleh warga di Desa Citorek, Kec. Cibeber, Kab. Lebak, Banten, sebagai daerah yang baru saja terdampak tanah longsor dan banjir bandang. Adapun pemanfaatannya untuk dukungan material dalam renovasi jembatan terdampak banjir bandang dan longsor akibat putusnya akses jembatan pada aliran sungai Cikidang. Longsor tersebut telah  menyebabkan warga menjadi terisolir dalam mencari kebutuhan hidupnya. Dikarenakan akses menuju Desa Citorek masih belum dapat diakses. Karenanya penyerahan bantuan sumbangan solidaritas pegawai Kemenko PMK juga dilaksanakan serempak di Kantor Desa Sumberjaya, Sumur, Pandeglang dan diserahkan melalui Koordinator Pendamping Desa wilayah Provinsi Banten, Dwi Rahmanto untuk kemudian diserahkan kepada Kesatuan Sesepuh Adat Cisitu Banten Kidul di Kab. Lebak, Banten.

“Apresiasi kami berikan kepada seluruh pegawai Kemenko PMK, semoga niat baik dan ikhlas ini menjadi ladang amal buat kita semua, semoga seluruh pegawai dan pimpinan di Kemenko PMK juga selalu diberikan keselamatan, mengingat kita berada di daerah rawan bencana dan selalu siap siaga," pungkas Dwi Rahmanto.

Kategori: