Oleh humas2 on October 11, 2017

Brussel (10/10)--- Ajang Festival Europalia 2017 yang berlangsung selam empat bulan penuh mulai Oktober 2017 hingga Januari 2018 mendatang resmi dibuka di Kota Brussel, Belgia. Hadir dalam upacara pembukaan ini Raja Phillipe dan Ratu Mathilde yang mewakili Belgia, sementara pemerintah Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani; Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; dan sejumlah pejabat lainnya. Tampak pula Presiden Indonesia kelima RI, Megawati Soekarnoputri. Adapun Tari Saman asal Aceh menjadi suguhan pembuka yang kemudian dilanjutkan dengan tarian adat dari tanah  Papua, dan tari topeng Cirebon, Jawa Barat.

Pembukaan Festival Europalia yang dilaksanakan di Henry Le Bouef Hall ini diawali dengan sambutan dari kedua negara yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Belgia, Didier Reynders dan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi. Tamu undangan tampak antusias menikmati atraksi budaya yang disajikan.

Sebagaimana dalam keterangan pers sebelumnya, dalam ajang Europalia 2017 ini Indonesia merupakan satu-satunya negara tamu yang menggelar serangkaian acara seni-budaya dan menurut Menko PMK, keikutsertaan Indonesia ini memiliki nilai penting. ‘’Europalia ini menjadi national branding,’’  katanya. Indonesia juga dapat memperkenalkan khasanah seni kebudayaan, baik yang klasik maupun kontemporer, serta promosi destinasi wisata. “Festival Europalia  juga memperkenalkan Indonesia sebagai rumah bagi keanekaragaman seni, budaya, baik yang pop maupun yang berbasis etnik. Semuanya menyatu membangun masyarakat yang pluralistik dan ramah.”

Selain berpentas di Brussel, sejumlah seniman juga akan menggelar acara seni di Inggris, Perancis, Polandia, Jerman, Belanda, dan Austria. ‘’Event ini secara keseluruhan kita harapkan bisa mendorong industri parwisata dan industri kreatif kita,’’ tambah Menko PMK. Memanfaatkan event Europalia ini, sejumlah pertemuan bisnis pun ikut digelar. Sejumlah pengusaha diundang. Tujuannya untuk mengundang investasi, utamanya di bidang  pariwisata dan industri kreatif. (*)

Categories: