Oleh humas on June 25, 2018

Riau  (25/06) -- Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono mewakili Menko PMK, Puan Maharani, menghadiri kegiatan Pencanangan Muatan Lokal Budaya Melayu di Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan di halaman Kantor  Gubernur, Propinsi Riau.dan dihadiri oleh ribuan guru dan tenaga pendidikan se-provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Prof. Agus menyatakan pencanangan ini bernilai strategis karena sejalan dengan upaya pemerintah secara sungguh-sungguh melakukan revolusi mental. Penerapan budaya lokal menjadi basis dalam penguatan karakter berbasis budaya yang tidak hanya bersentuhan langsung dengan ruang pendidikan, namun juga terikat dengan ruang publik, seperti bandara, terminal, dan perkantoran.

Menurut Prof. Agus, penerapan muatan budaya lokal bukan semata seremonial tetapi adalah proses panjang, yang dibangun dari pembiasaan sehingga terbentuk karakter yang kemudian menjadi sebuah budaya masyarakat.

“Penerapannya dalam mata pelajaran di sekolah harus dibarengi dengan kreativitas guru dalam menciptakan suasana pembelajaran budaya yang mendidik dan menyenangkan”, tegas Agus.

sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menjelaskan bahwa penerapan muatan lokal budaya Melayu Riau merupakan hasil akumulasi perjuangan masyarakat Riau dalam menyukseskan Visi Riau 2020 yang diterapkan melalui Perda no.36 Tahun 2001.

"Ini sejalan dengan UU no.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.  Bahkan Budaya Pantun sedang diperjuangkan sebagai Karya Budaya Dunia, dan akan dibahas pada Sidang UNESCO November mendatang,"jelas Arsyaddjuliandi. (edt.DAM)

Categories: