Oleh humasnew on January 12, 2018

Jakarta (12/01)--- Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, siang tadi memimpin Rakornis terkait evaluasi penyaluran BPNT dan Rastra tahun 2017 dan persiapan penyaluran BPNT tahun 2018. Rakor berlangsung di ruang rapat lt.7 gedung Kemenko PMK. Hadir dalam rakor tersebut Perwakilan dari Kemensos, Bulog, Bank Indonesia, OJK, dan Bank-Bank yang tergabung dalam Himbara.

Berdasarkan Laporan Realisasi Penyaluran BPNT yang diterbitkan oleh Himbara, pada tahun 2017 sebanyak 1.163.891 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah merasakan manfaat program ini. Bantuan yang diberikan per KPM sebanyak Rp 110.000. Dana yang telah disalurkan sebanyak 1,53 Trilliun Rupiah. Untuk Pelaksanaan program Beras Sejahtera (Rastra) pada tahun 2017 berdasarkan Laporan Realisasi Penyaluran Rastra yang diterbitkan Perum Bulog sebanyak 2 juta ton lebih beras telah disalurkan kepada 14 juta lebih Keluarga Penerima Manfaat. Dari Harga Pembelian Beras Bulog sebesar Rp9.220, KPM cukup menebus dengan harga R 1.600. Anggaran rastra sendiri pada tahun 2017 sebesar Rp19,5 Trilliun.

Pada tahun 2018, Pemerintah serius mengupayakan agar pelaksanaan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) dan Bansos Beras Sejahtera (Rastra) dapat tersalurkan tepat sasaran dan waktu. Arahan Menko PMK, Puan Maharani, pada Rakor Tingkat Menteri 8 Desember lalu menekankan bahwa K/L terkait agar penyaluran BPNT dan Bansos Rastra berjalan sesuai arahan Presiden, hindari keterlambatan penyaluran bantuan yang berakibat kerugian bagi masyarakat. Program ini harus menjadi perhatian bersama dan semua pihak yang terlibat agar bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Ditambahkannya, perluasan penyaluran BPNT Tahun 2018 akan dilaksanakan dalam 4 tahap, yakni tahap I pada Februari, tahap II pada Maret, tahap III pada Juli, dan tahap IV pada Agustus. Total KPM program bansos pangan adalah sebesar 15,498,936 KPM yang tersebar di 514 Kab/Kota. “Untuk mendukung kelancaran penyaluran BPNT, setidaknya dibutuhkan 75,529 e-warong yang akan disiapkan secara bertahap," urai Menko PMK  (DBS)