Oleh humas on November 21, 2019

Foto : 

  • Kristian Suryatna

Jakarta (20/11) -- Guna memperkuat koordinasi kebencanaan, Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Rabu siang.  Didampingi seluruh Eselon 1 Kemenko PMK, Menko PMK disambut langsung oleh Kepala BNPB, Doni Monardo dan seluruh jajaran Eselon 1 BNPB.

"Terima kasih saya telah diterima oleh Kepala BNPB untuk bersilaturahmi. Ini memang tidak umum, biasanya Menko yang mengundang, tetapi sekarang saya balik, Menko yang datang. Hal itu karena saya tidak ingin hanya berdasarkan persepsi dalam mengambil kebijakan," kata Menko PMK mengawali sambutan.

Menurut Menko PMK, akan lebih baik jika pengambil kebijakan dan keputusan juga melihat langsung kondisi lapangan yang sesungguhnya

Terkait dengan BNPB, Lanjut Menko PMK, hal ini dikarenakan negara ini ditakdirkan menjadi wilayah yang rawan gempa, banjir, dan bencana lainnya.  Ini menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia, oleh karena itu yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah selalu siap siaga untuk menghadapi kondisi yang senantiasa bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. 

Lebih jauh Menko PMK menyampaikan, bahwa salah satu basis yang perlu diperkuat di pembelajaran adalah terkait dengan materi kebencanaan. Dan hal tersebut telah dilakukan lama oleh negara Jepang. "Berdasarkan pengalaman, untuk siswa-siswa itu mereka telah memiliki dasar-dasar kebencanaan," ujarnya.

Menurut Menko PMK, pelajaran kebencanaan sangat penting dan mendesak untuk segera diterapkan di Indonesia. Belajar dari Jepang, mata pelajaran kebencanaan itu mutlak, bahkan di Jepang setiap sebulan sekali ada simulasi atau latihan dalam menghadapi bencana. Khusus di Indonesia karena potensi bencananya lebih bervariasi maka simulasinya harus lebih spesifik di setiap daerah, baik secara spasial maupun insidental. Misalnya daerah yang rawan banjir, gempa, atau kebakaran simulasinya harus sesuai dengan potensi ancaman yang ada.

"Namun demikian, saya sangat setuju dengan Pak Kepala BNPB bahwa kemampuan antisipasi kita harus lebih kuat dari dalam. Kita harus berfikir bahwa setiap tahun kita pasti ada bencana. Untuk tahun ini kita sudah punya contoh bencana kebakaran hutan, dan saya kira itu terjadi karena kita masih kurang antisipasi," ujar Menko PMK.

Reporter: 

  • Deni Adam Malik