Oleh humas on February 15, 2020

Foto : 

  • Deputi 1

Jakarta (15/2) - Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan konsolidasi kelembagaan Kelompok Kerja Perlindungan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (Pokja P3AKS) dengan melibatkan kementerian/lembaga dan masyarakat sipil pada (12/2).

Hal itu untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) No. 2/2019 tentang Pokja P3AKS.

Ketua Pokja P3AKS Dody Usodo HGS yang juga menjabat Deputi Bidang Koordinasi Penanganan Bencana dan Kerawanan Sosial Kemenko PMK menyampaikan ada dua hal yang perlu dirumuskan yaitu program P3AKS dan keanggotaan Pokja P3AKS.

Terkait program P3AKS sebagaimana diatur dalam Permenko PMK No. 2/2019 dibedakan ke dalam tiga bidang, yaitu Bidang Pencegahan, Bidang Penanganan, dan Bidang Pemberdayaaan dan Partisipasi. Program P3AKS akan dituangkan ke dalam Rencana Aksi P3AKS 2020-2024.

Sedangkan, terkait keanggotaan Pokja P3AKS diisi oleh perwakilan k/l dan masyarakat yang akan melaksanakan program P3AKS secara operasional. Keanggotaan Pokja P3AKS akan dituangkan dalam Keputusan Menteri PPPA.

"Selain itu ada beberapa ilustrasi P3AKS yang sudah implementatif. Ilustrasi pertama, ketika peristiwa konflik terjadi di suatu daerah," ujarnya dalam pertemuan konsolidasi di Hotel RedTop Jakarta, Rabu (12/2).

Dalam singkat, menurut Dody, Pokja P3AKS dapat segera mempunyai data terpilah, berapa jumlah perempuan dan anak-anak yang menjadi korban dan berapa yang berada dalam pengungsian.

Sedangkan, ilustrasi kedua, perempuan baik secara individual atau kelompok dapat menyaring informasi yang intoleran sekaligus aktif menciptakan narasi-narasi yang positif. Ilustrasi lainnya yaitu keluarga dapat menumbuh-kembangkan nilai-nilai anti kekerasan dalam anggota keluarga termasuk anak-anak hingga mereka mampu menjaga dirinya agar tidak terpapar radikal terorisme.

"Ilustrasi-ilustrasi tersebut mengingatkan Pokja P3AKS untuk mempunyai instrumen dan mekanisme penanganan konflik sosial yang tepat dan cepat," pungkas Dody.

Reporter: 

  • Deputi 1

Editor: 

  • Puput Mutiara