Oleh humas on November 30, 2019

Foto : 

  • Anggun Wahyu P

Malang (30/11)--- Berbicara SDM Unggul harus dilihat dalam perspektif Human Capital Life Cycle. Dalam persepsi itu, pembangunan SDM Unggul mencakup semua tahapan kehidupan manusia dan berproses secara terus-menerus. Siklus kehidupan manusia itu secara sederhana dapat dipilah ke dalam lima fase, yaitu Ibu Hamil dan Paud Holistik Integratif; Dikdasmen; Pendidikan Tinggi; Angkatan Kerja dan Keluarga Muda/Baru; dan Lansia. 

“Pemerintah sekarang ini berfokus pada pembangunan SDM dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dilakukan untuk membuat Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing di era global,” kata Menko PMK, Muhadjir Effendy saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-94 Periode IV Tahun 2019 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu pagi. “Pemerintah juga tidak ingin ada keluarga-keluarga baru yang muncul tetapi memunculkan juga angka kemiskinan baru. Maka sejak dini seharusnya sudah kita cegah, agar kemiskinan yang ada dapat kita tangani, sementara yang saat ini ada, jangan sampai jadi miskin karena kurangnya persiapan yang baik,” tambah Menko PMK. 

Di hadapan para wisudawan, Menko PMK memaparkan data BPS per Agustus 2019 yang mencatat bahwa kondisi ketenagakerjaan nasional tercatat sebanyak 2,55 juta pencari kerja baru. SDM angkatan kerja sebesar 57,54% berpendidikan SD/SMP sederajat; 30,06% berpendidikan SMA/SMK sederajat; dan 12,4% angkatan kerja berpendidikan Diploma ke atas. BPS juga mencatat kalau tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,28% atau 7,05 juta orang. 

“Berdasarkan data tersebut, dalam konteks pendidikan, ada dua hal penyebab terjadinya fenomena ini, yaitu masih terbatasnya akses dan rendahnya kualitas pendidikan tinggi kita. Data lain juga memperlihatkan bahwa pendidikan kita masih rendah dalam penguasaan bidang ilmu sains dan teknologi,” tambahnya. “Upaya membangun manusia yang sedang terus kita upayakan memang terhalang dengan banyaknya masalah mulai dari stunting, putus sekolah, pengangguran, dan sebagainya. Inilah yang akan terus ditangani oleh Kemenko PMK selaku kementerian koordinator yang tidak hanya mengkoordinasikan, tetapi juga men-sinkron-kan dan mengendalikan berbagai program kerja kementerian untuk menangani masalah tadi. Mohon doa dan dukungan untuk saya sebagai Menko PMK dalam menjalankan tugas koordinasi ini.”

Pada kesempatan ini, Menko PMK juga menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung pembangunan SDM berkualitas, mulai tahun 2020 Pemerintah telah menyiapkan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). KIP Kuliah akan diberikan kepada 400 ribu anak-anak dari keluarga miskin yang diterima kuliah di perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan. Program ini akan dijalankan berbarengan dengan perluasan akses pendidikan tinggi khususnya bidang vokasi. Pemerintah merencanakan untuk membangun 500 politeknik dalam waktu 5 tahun ke depan. 

“Selain itu, Pemerintah juga telah menyiapkan program Kartu Prakerja dengan target sebanyak dua juta orang pada tahun 2020. Program ini ditujukan bagi para pencari kerja baru maupun yang terkena PHK, serta untuk menambah keahlian bagi yang sudah bekerja,” ungkap Menko PMK lagi. “Kartu Prakerja ini bukan ajang bagi-bagi uang untuk para pencari kerja tetapi bagi mereka yang berminat, kita data, lalu diberikan pelatihan kerja sesuai minat mereka. Biaya pelataihan akan diambil dari kartu (prakerja--red) yang sudah diisi saldo. Selesai pelatihan, mereka akan diberi sertifikat pelatihan dan itu dapat mereka gunakan untuk mencari kerja.” 

Dalam penutup orasinya, Menko PMK ucapkan selamat kepada para wisudawan yang jumlahnya mencapai 1500-an orang dari berbagai jenjang kesarjanaan dan diploma. Selain dihadiri oleh para orang tua mahasiswa; Ketua Badan Pembina Harian (BPH ) UMM, Prof. Malik Fadjar; Pengurus Majelis Tinggi PP Muhammadiyah, Prof. Chairil Anwar; Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Prof. Agus Sartono; Ketua LL Dikti Jawa Timur, Prof. Soeprapto; segenap jajaran Pengurus dan Pembina UMM dan PP Muhammadiyah juga turut hadir dalam acara yang diselenggarakan di Dome UMM ini. (*)

Kategori: 

Reporter: 

  • Siti Badriyah