Oleh humas on February 14, 2018

Jakarta (14/02) – Bencana banjir dan tanah longsor masih mengintai Indonesia pada awal dan akhir tahun ini. Karena itu diperlukan upaya pencegahan dan penanganannya.

Menindaklanjuti arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, terkait antisipasi kejadian bencana banjir dan longsor, pemerintah melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Aktivasi Posko Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang  Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Masmun Yan Manggesa mengatakan, Rakor ini untuk mengetahui sejauhmana penanganan bencana banjir dan longsor yang telah terjadi. Hasilnya kelak menjadi acuan dan laporan kepada pimpinan. Lebih lanjut dikatakannya, Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait antisipasi bencana banjir dan tanah longsor akan diselenggarakan Kemenko PMK dalam waktu dekat ini. Hal ini tak lepas dari ancaman bencana banjir dan tanah longsor itu sendiri yang masih mengintai Indonesia pada tahun ini.

Dikatakannya, saat ini wilayah Indonesia masih berada pada musim penghujan. BMKG, sebutnya, memprediksikan hujan berintensitas tinggi akan berlangsung sampai Maret 2018 mendatang, dimana puncak hujan terjadi selama Februari 2018. Karenanya, potensi bencana banjir, longsor dan putting beliung akan meningkat. Selama tahun 2018 saja telah terjadi 275 bencana yang menyebabkan 30 jiwa meninggal dan hilang, 66 jiwa luka, 153.183 menderita dan mengungsi, 10.254 unit rumah rusak dan 92 fasum rusak.

Bencana longsor adalah bencana yang paling banyak menimbulkan korban jiwa meninggal sejak awal tahun ini. Disusul kemudian oleh bencana puting beliung, banjir, kombinasi banjir dan longsor serta gempa. Dari peta potensi longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor.

Dalam paparannya, BMKG sendiri menyebutkan, potensi banjir pada periode Februari-Maret 2018 umumnya berkisar pada intensitas menengah hingga tinggi. Selama periode itu pula perlu diwaspadai ancaman bencana hidrometereologi (Banjir, longsor, Puting Beliung, Asap dan lain-lain). Sebagai antisipasi, masyarakat dapat melihat prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG per hari hingga per bulan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM yang kerap memperbaharui setiap akhir bulan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah. Peta tersebut selain selalu dibagikan kepada kepala daerah di seluruh Indonesia juga dapat diunduh di www.bgl.esdm.go.id atau www.vsi.esdm.go.id. Sementara, pihak Kemendagri juga telah mengirim Surat Menteri kepada para Gubernur terkait ancaman banjir dan tanah longsor. PS