Oleh humas on November 08, 2019

Foto : 

  • Siti Badriyah

Jakarta (07/11)--- Hubungan kerjasama yang terkemas dalam forum High Level Meeting People Exchange Mechanism (HLM PEM) antara Indonesia dengan RTT tengah diupayakan terus keberlanjutannya. Mengingat tidak hanya sejumlah kesepakatan yang diraih dan manfaatnya bagi kedua negara, HLM PEM akan dijadikan ajang merawat hubungan diplomatik yang di tahun 2020 mendatang akan genap berusia 70 tahun.
 
Sejak terselenggara pertama kali di tahun 2015, HLM PEM digelar secara bergantian baik di Indonesia maupun di Tiongkok. HLM PEM di tahun 2018 lalu seharusnya diselenggarakan untuk keempat kalinya. Namun, Menko PMK kala itu meminta agar pertemuan bilateral dan tindak lanjutnya ini untuk ditunda menyusul terfokusnya Indonesia akan penanganan dan pemulihan pascabencana baik di Nusa Tenggara  Barat  (gempa NTB) dan Tsunami serta likuifaksi di Sulawesi Tengah.
 
Kemenko PMK, melalui Asisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK, hari ini mengajak para K/L terkait untuk membahas kembali apa saja yang telah menjadi kesepakatan dan kelanjutannya serta rencana kesepakatan yang akan dibuat jika HLM PEM jadi digelar untuk keempat kalinya di tahun depan. Rakornis persiapan HLM PEM ke-4 RI – RRT ini digelar di Jakarta pada Selasa pagi dan dipimpin oleh Staf Ahli Kemenko PMK bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Ekonomi Kreatif, Aris Darmansyah Edisaputra.
 
“Setelah tertunda, Kami di Kemenko PMK mengajak Bapak/Ibu dari K/L terkait untuk mengidentifikasi perkembangan kerjasama RI – RRT dan isu tertunda dari kesepakatan yang akan dan sudah dicapai dalam HLM PEM sebelumnya pada tahun 2017 lalu,” kata Aris dalam pengantarnya. “Dalam Rakornis ini, Kami juga ingin meminta masukan atau usulan yang akan menjadi bahasan dalam HLM PEM ke-4 nanti.”
 
HLM PEM ke-4 RI – RRT dalam Rakornis ini diketahui akan menjadi salah satu topik yang akan dibahas terlebih dulu dalam kesempatan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di sekitar awal tahun 2020 ke Tiongkok. HLM PEM ke-4 ini menuurt rencana akan digelar paling lambat sebelum April 2020. Adapun kesepakatan yang telah dicapai dalam penyelenggaraan HLM PEM sebelumnya mencakup banyak sektor antara lain pendidikan, riset, kebudayaan, teknologi, lingkungan hidup, pertanian, dan sebagainya. (*)

Kategori: 

Reporter: 

  • Siti Badriyah