Oleh humas on January 17, 2020

Foto : 

  • Kristian Suryatna

Jakarta (17/1) -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menerima kunjungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, serta Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan pada hari Jumat (17/1) di Ruang Rapat Lantai 8, Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

Kunjungan dua petinggi bidang olahraga tersebut membincangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Jayapura, Papua pada 20 Oktober 2020 mendatang serta persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 yang akan diselenggarakan di Indonesia. 

Turut hadir mendampingi Menko PMK, Sekretaris Kemenko PMK Y.B Satya Sananugraha dan Deputi V Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida. Selain itu, turut hadir Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga yang mendampingi Menpora.

Dalam perbincangan, Menpora Zainuddin Amali memaparkan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Kemenpora untuk pelaksanaan PON. Mulai dari fasilitas olahraga (venue), cabang olahraga yang dipertandingkan, serta persiapan akomodasi yang akan diperlukan dalam perhelatan PON.

Menko PMK Muhadjir meminta agar pihak Kemenpora melakukan persiapan dengan matang di semua bidang yang diperlukan. "Harus ada pematangan di semua lini termasuk akomodasi, konsumsi dan lainnya," kata Muhadjir.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memaparkan persiapan-persiapan yang dilakukan untuk event Piala Dunia 2021 yang sangat langka dihelat di Indonesia. Mulai dari persiapan venue yang akam digunakan, penentuan tanggal bertanding, serta program latihan bagi para pemain yang akan dipilih untuk bertanding. 

Menko PMK Muhadjir meminta agar Ketua Umum PSSI serius dalam mengembangkan talenta pemain yang akan diikut sertalan dalam perhelatan Piala Dunia. Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki atensi yang tinggi terhadap sepak bola, sehingga perlu persiapan dengan serius untuk event yang langka ini.

"Pembangunan sepak bola kita harus kita jadikan setidaknya mencontoh luar negeri dalam pengembangan pemain dan pemantauan bakat pemain," pungkas Muhadjir.