Oleh humas on January 30, 2020

Foto : 

  • Dwi Prasetya

Tangerang Selatan (30/1) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjadi salah satu menteri yang turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara Perayaan Imlek Nasional 2020 yang bertema 'Bersatu untuk Indonesia Maju'. Acara dimulai dengan pemutaran video peran warga Tionghoa sejak masa penjajahan hingga masa kemerdekaan di Indonesia. 

Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020 Gandi Sulistyanto mengatakan bahwa perayaan Imlek awalnya dirayakan sebagai bentuk rasa syukur dalam menyambut datangnya musim semi. Perayaan ini kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui para diaspora Tionghoa, termasuk ke Indonesia.

"Perayaan Imlek saat ini sudah bukan lagi perayaan keagamaan saja, namun sudah berkembang menjadi perayaan kebudayaan yang dapat dinikmati siapapun," tutur Gandi.

Perayaan Imlek telah menjadi perlambang kebhinekaan di Indonesia, bukan hanya milik warga Tionghoa semata. Saat ini pun sudah terlepas dari sekat-sekat agama.

"Semoga di tahun tikus logam ini, seluruh masyarakat dapat semakin peduli dengan sesama," cetusnya.

Mengutip pidato Soekarno pada Sidang BPUPKI 1 Juni 1945, kemerdekaan bangsa merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali warga Tionghoa. Negara didirikan buat semua, bukan hanya milik satu golongan.

Mengawali sambutannya, Presiden Joko Widodo memberikan selamat kepada para hadirin yang hadir pada kesempatan tersebut. "Gong xi fa chai. Semoga kesehatan, rezeki dan keberhasilan selalu dilimpahkan bagi kita semua."

Jokowi juga memperkenalkan para menterinya yang hadir dengan memakai pakaian ala etnis Tionghoa. "Pak Menko PMK hari ini memakai baju Tionghoa, tetapi memakai peci. (Hal seperti ini) hanya ada di Indonesia. Tidak ada negara yang seberagam Indonesia. Ini yang patut kita syukuri. Meskipun kita beranekaragam, tetapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia", tegas Kepala Negara.

Hadir pula dalam acara ini Wakil Presiden Indonesia ke-6 Tri Sutrisno, Sinta Nuriyah Wahid, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, duta besar negara sahabat, dan Majelis Adat Kerajaan Nusantara. (*)

Kategori: 

Reporter: 

  • Olivia Christine P