Oleh humasnew on January 11, 2018

Jakarta (11/01)--- Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, siang tadi membuka sekaligus menyampaikan arahannya dalam rapat koordinasi dengan K/L terkait untuk membahas evaluasi kegiatan tahun 2017 dan rencana kegiatan tahun 2018 untuk berbagai isu disabilitas dan lanjut usia. Rakor berlangsung di ruang rapat lt.6 gedung Kemenko PMK.

‘Sinkronisasi’ program dan kegiatan antarK/L lewat koordinasi Kemenko PMK, menurut Choesni dalam pengantarnya, perlu lebih diperkuat karena pertama, dengan sinkronisasi diharapkan akan tercipta kebijakan dan program yang mengandung energi sinergitas positif yang lebih besar; Sekecil apa pun potensi sumber dana dan daya yang dimiliki K/L bila dapat  disinergikan akan menjadi potensi yang besar; Kedua, kebijakan dan program yang sinkron secara sistematis, strategis, sinergis, dan berkelanjutan diharapkan dapat mengatasi tantangan yang multikompleks secara bijak untuk mewadahi semua kepentingan; Dan Ketiga, sinkronisasi kebijakan dan program mesti dilakukan untuk mencegah membesarnya ego institu­sional yang tidak diharapkan, yakni adanya  kebijakan publik yang kurang saling mendukung/ saling menguatkan.

Hasil evaluasi program dan kegiatan tahun 2017 untuk isu disabilitas dan lansia diketahui bahwa terdapat beberapa program yang akan terus berlangsung antara lain Jambore Teknologi Informasi untuk Penyandang Disabilitas yang telah mendapatkan pelatihan media sosial oleh Facebook dan diberi peluang mencari kerja bagi perusahaan yang siap mempekerjakan calon karyawan penyandang disabilitas; uji coba sertifikasi keterampilan dan keahlian kerja bagi para Penyandang Disabilitas; pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Penyandang Disabilitas; penayangan bahasa isyarat bagi pemirsa disabilitas rungu di televisi. Selain itu, di tahun 2017 juga telah dilaksanakan sosialisasi dan pelaksanaan peringatan Hari Disabilitas Internasional 2017 dan sosialisasi penyelenggaraan Asian Paragames 2018.

Adapun rencana program dan kegiatan di tahun 2018 ini adalah meneruskan kegiatan yang masih berlangsung tadi dan menambahkan beberapa kegiatan terbaru yaitu seminar dalam rangka Hari Tuna Rungu/Tuli Nasional; penanyangan bahasa isyarat di seluruh stasiun televisi baik melalui jariangan TVRI maupun televisi swasta; menampilkan juru bahasa isyarat di forum nasional semacam Forum Merdeka Barat 9 yang direncanakan akan ditayangkan langsung di laman media sosial seperti Youtube dan Facebook. Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia di tahun 2018 ini merencanakan kegiatan yang berasaskan pemerataan antarkelompok pendapatan, seperti terus mendorong pelaksanaan kegiatan literasi bagi Penyandang Disabilitas dan mendorong pula terwujudnya layanan home care bagi kaum lansia, serta terus berkoordinasi, men-sinkron-kan, dan mengendalikan terpenuhinya kebutuhan dasar baik bagi Penyandang Disabilitas maupun lansia.

Kementerian Kesehatan dalam paparannya mengungkapkan bahwa layanan kesehatan bagi Penyandang Disabilitas akan banyak berupa upaya promotif dan preventif sambil terus mengajak mereka menanamkan gaya hidup sehat, sedangkan layanan kesehatan bagi lansia oleh Kemenkes akan terlebih dulu mengupayakan lebih banyak tenaga perawat untuk lansia; pengembangan model layanan kesehatan untuk lansia di semua Puskesmas dan keluarga lansia; sosialisasi dan advokasi layanan kesehatan lansia; dan seminar nasional, Baksos, serta pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2018.

Kementerian Perhubungan dalam paparannya mengaku akan segera mewujudkan suatu layanan yang ramah Penyandang Disabilitas dan Lansia di berbagai moda transportasi sesuai dengan amanah rencana aksi perhubungan yang menetapkan tersedianya layanan transportasi yang aman bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Terkait penyaluran dan pelaksanaan asistensi sosial bagi penyandang disabilitas, Kementerian Sosial mengungkapkan bahwa implementasi program bantuan ini masih banyak terkendala soal teknis baik dalam sistem layanan perbankan maupun pada tenaga pendampingnya. Begitu juga dengan data yang masih kurang valid atau tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Untuk program dan kegiatan yang menyasar lansia, Kemensos di tahun 2018 ini memastikan tersedianya 5000 home care di 34 provinsi di seluruh tanah air. (sumber: Kedep II Kemenko PMK)