Oleh humas2 on October 12, 2017

Jakarta (12/10) – Asisten Deputi (Asdep) Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Kemenko PMK, Marwan Syaukani memimpin rapat koordinasi (rakor) Perlindungan Anak dari NAPZA dan Penyalahgunaan Obat di ruang rapat Lt.6 Kemenko PMK, Jakarta. Hadir dalam rapat tersebut perwakilan BNN, BPOM, Kepolisian serta instansi terkait.

“Tujuan diadakannya rakor adalah untuk menindaklanjuti banyaknya kasus penyalahgunaan obat, khususnya obat jenis PCC (paracetamol caffeine carisprodol), obat dan minuman oplosan serta penggunaan lem aibon yang tidak semestinya yang dilakukan oleh anak-anak,” terang Marwan dalam pengantar rakornya.

Menurut Marwan, penyalahgunaan obat, khususnya obat jenis PCC serta penyalahgunaan lem aibon pada anak-anak maka akan menyebabkan masa depan anak-anak Indonesia akan terancam dan bonus demografi yang sudah di depan mata akan menjadi musibiah bukan berkah seperti yang diharapkan.

Apalagi, lanjut Marwan,  pada abad 21 atau abad milineal ini ada perubahan cara pandang manusia terhadap ekonomi, politik dan budaya sehingga kompetisi bukan hanya dilingkup dalam negeri tetapi menjadi sebuah kompetisi yang bersifat global dan Kompetisi antar Negara bisa dipastikan meningkat.

“Itulah tantangan kita  ke depan, selain problematikan semakin rumit, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang merubah segalanya serta semakin ketatnya kompetisi. Ditambah lagi masalah klasik yang kita hadapi yaitu kemiskinan, pornografi, dan narkoba yang semakin nyata,” jelas Marwan.

Marwan mengatakan, focus kita adalah melindungi anak-anak kita dari bahaya penyalahgunaan obat, NAPZA,  lem aibon maupun penggunaan obat dan minuman oplosan. Agar ke depan anak-anak kita mampu bersaing dan berkompetisi di dunia global. Untuk itu harus ada koordinasi yang efektif dan efisien  untuk melindungi anak-anak serta memberikan bekal yang cukup untuk berkompetisi.

Menurut Marwan, dunia pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negative globalisasi selain itu dapat pula memberikan bekal yang cukup dalam berkompetisi. Dunia pendidikan harus memberikan pembelajaran yang bermutu, relevan serta bermanfaat. Sehingga lulusan pendidikan kita memilik daya saing didunia kerja abad 21.