Oleh humas on November 02, 2018

Bali (02/11) -- Kemenko PMK bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan Universitas Hindu Indonesia menyelenggarakan Seminar bertemakan "Mainstreaming the ASEAN Culture of Prevention through the Promotion of Tolerance, Mutual Understanding, and Respect" dalam rangkaian kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2018, Bali.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan AYIC 2018, Kemenko PMK menyelenggarakan seminar untuk membahas implementasi ASEAN Culture of Prevention di kalangan pemuda. ASEAN Culture of Prevention merupakan budaya di sektor hulu yang hendak diperkuat di kawasan ASEAN untuk mencegah terjadinya kekerasan. Tahun lalu, inisiatif ini telah diresmikan oleh para pemimpin Negara ASEAN melalui dokumen ASEAN Declaration on Culture of Prevention for a Peaceful, Inclusive, Resilient, Healthy and Harmonious Society pada pertemuan KTT ASEAN ke-31 di Manila. AYIC 2018 sendiri merupakan salah satu bentuk implementasi dokumen kerjasama tersebut yang ditargetkan pada kelompok pemuda sebagai calon pemimpin di masa depan.

Seminar ini merupakan kedua kalinya dalam rangkaian kegiatan AYIC 2018. Sebelumnya pada tanggal 31 Oktober 2018, seminar yang pertama telah dilaksanakan di Yogyakarta. Kegiatan AYIC 2018 di Bali juga disertai dengan kunjungan ke beberapa tempat ibadah di Bali, seperti Puja Mandala, komplek dimana lima tempat ibadah berdiri berdampingan; Desa Dalung, pemukiman dimana pemeluk agama Hindu dan Islam dengan harmonis; serta Pura Besakih, pura terbesar di Indonesia.

AYIC 2018 merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenko PMK, Kemenlu, dan Kemenag sebagai bentuk implementasi ASEAN Declaration on Culture of Prevention yang telah diresmikan oleh Para Pemimpin Negara ASEAN dalam KTT ASEAN ke-31 di Manila tahun 2017. Rangkaian acara ini telah diawali dengan pertemuan antara para peserta AYIC dan Wakil Presiden RI pada tanggal 29 Oktober 2018. AYIC 2018 akan diakhiri dengan upacara penutupan pada tanggal 3 November 2018 di Puri den Bencingah, Bali.

Categories: