Oleh humas on November 13, 2019

Foto : 

  • Deputi 5

Sawahlunto (11/11) Kemenko PMK terus berupaya melakukan penguatan koordinasi pengelolaan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) dengan Pemerintah Kota Sawahlunto, Pemerintah Daerah Sumatra Barat, dan Kementerian/Lembaga terkait melalui Rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Sawahlunto. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengintegrasikan program dan kegiatan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah sesuaidengan 17 rekomendasi dari International Council on Monuments and Sites (ICOMOS).

“Kami berupaya agar WTBOS menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).Untukitu, diperlukan Tim Koordinasi WTBOS yang meliputi 7 Kabupaten/Kota di Sumatra Barat. Selain hal-hal tersebut, diperlukan pula kajian komprehensif mengenai manajemen aset WTBOS dengan melibatkan perwakilan UNESCO di Jakarta” ujar Pamuji Lestari, Asisten Deputi Warisan Budaya Kemenko PMK.

Senada dengan Asisten Deputi Warisan Budaya, Asisten Deputi Kepemudaan juga mengatakan bahwa pengelolaan WTBOS merupakan tugas bersama terutama dalam merealisasikan rekomendasi dari ICOMOS yang harus dilaksanakan sebelum akhir tahun 2021. “WTBOS harus dikelola dengan baik dan mendapat perhatian dari berbagai pihak agar mampu menggerakkan sektor perekonomian dan mampu menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat,” ungkap R. Alfredo Sani F., Asisten Deputi Kepemudaan Kemenko PMK.

WTBOS ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada Sesi ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia yang diselenggarakan tanggal 6 Juli 2019 di Baku, Azerbaijan. Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto ditetapkan karena dinilai unggul dalam dua kategori Nilai Universal LuarBiasa (Outstanding Universal Value/OUV). Nilai pertama adalah dalam hal pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa di zaman penjajahan. Nilai keduaadalah contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur, dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia. WTBOS berhasil mengubah daerah tambang terpencil menjadi perkotaan dinamis dan terintegrasi mulai dari abad 19 hingga saat ini. (Kedeputian V)

Kategori: 

Reporter: 

  • Deputi 5

Editor: 

  • Ponco Suharyanto